CEO Berkelit Soal Gagal Tarik Dana Pro Kontra Aplikasi WPONE Memanas, ini Fakta Klarifikasi

CEO Berkelit Soal Gagal Tarik Dana Pro Kontra Aplikasi WPONE Memanas, ini Fakta Klarifikasi
CEO Berkelit Soal Gagal Tarik Dana Pro Kontra Aplikasi WPONE Memanas, ini Fakta Klarifikasi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Belakangan ini, nama Aplikasi WPONE atau Wipone atau Word Pay One kembali mencuat di kalangan pengguna internet. platform WPONE kembali menjadi sorotan setelah banyak pengguna mengeluhkan kegagalan dalam menarik dana mereka.

Banyak yang mempertanyakan apakah platform ini benar-benar membayar atau justru merupakan skema penipuan berkedok investasi.

Bukannya memberikan solusi yang jelas, CEO WPONE, Lenon Rudolf, justru mengeluarkan pernyataan yang semakin membingungkan. Dalam klarifikasinya, ia menyebut bahwa keterlambatan pencairan dana disebabkan oleh “kendala teknis,” sebuah alasan klasik yang sering digunakan platform investasi abal-abal sebelum akhirnya lenyap.

Baca Juga:Cara Terbaru Pinjam Saldo Uang Rupiah Elektronik Tanpa KTP di Aplikasi DANA 2025Solusi Proses Pinjaman KUR BRI 2025 Cepat Cair untuk UMKM

Salah satu komentar yang muncul dari pengguna berbunyi, _”Aparat penegak hukum dan instansi negara harus bertindak jika WPONE terbukti scam,”_ yang tentu saja merupakan pernyataan yang sangat benar.

Namun, dalam praktiknya, menangkap dalang di balik skema seperti ini bukanlah perkara mudah. Para pelaku seringkali menggunakan identitas palsu dan berpindah dari satu platform ke platform lainnya setelah menutup layanan mereka.

Beberapa pengguna WPONE mengklaim bahwa mereka telah mendapatkan keuntungan, seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota di Facebook yang mengatakan bahwa dirinya telah berhasil menarik dana dua kali setelah melakukan deposit sebesar Rp500 ribu.

Namun, seperti skema ponzi lainnya, keuntungan ini didapat dari uang pengguna baru, bukan dari hasil investasi nyata. Pada akhirnya, mereka yang bergabung belakangan akan kehilangan uangnya ketika skema ini runtuh.

WPONE juga menampilkan sosok CEO bernama Lenon Rudolf dalam sebuah video pidato yang terkesan tidak meyakinkan. Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa pria ini hanya membaca teks, yang semakin memperkuat dugaan bahwa ia hanyalah aktor bayaran yang dipasang untuk memberikan kesan legitimasi.

0 Komentar