BNPB Targetkan Pemulihan Akses Jalan di Bogor Sebelum Lebaran, TNI Dikerahkan Bangun Jembatan Bailey

Ilustrasi: Jembatan penghubung di wilayah Kabupaten Bogor ambor akibat derasnya arus banjir bandang yang menerjang. (Sandika/Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Jembatan penghubung di wilayah Kabupaten Bogor ambor akibat derasnya arus banjir bandang yang menerjang. (Sandika/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berusaha keras untuk memulihkan akses jalan yang terputus di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah jembatan penghubung rusak akibat dihantam banjir bandang.

Upaya ini diharapkan dapat selesai sebelum Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah, agar masyarakat dapat kembali melintasi jalur tersebut.

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan, “BNPB tidak ingin masyarakat terlalu lama mengalami kesulitan dalam mobilisasi, apalagi beberapa minggu lagi Idul Fitri akan tiba,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa (4/3).

Baca Juga:Tekad Persib Kembali ke Jalur Kemenangan, Semua Pemain Siap Tempur Habis-habisan!PSSI Rilis Harga Tiket Timnas Indonesia vs Bahrain, Paling Murah Rp300 Ribu!

Berdasarkan rapat koordinasi BNPB dengan Pemerintah Kabupaten Bogor pada Senin (3/3), diketahui ada tujuh jembatan di Kecamatan Cisarua yang rusak berat atau bahkan hilang setelah diterjang banjir bandang.

Untuk itu, BNPB meminta bantuan dari Markas Besar TNI untuk mengerahkan personel dalam pembangunan jembatan rangkaian baja (Bailey), sehingga akses jalan yang terputus dapat kembali digunakan.

Suharyanto optimistis bahwa pembangunan jembatan Bailey oleh personel TNI dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga minggu.

“Kami pastikan dalam waktu tidak lama, sekitar tiga minggu ini, jembatan harus sudah bisa digunakan, apalagi menjelang libur Idul Fitri,” katanya saat meninjau lokasi jembatan putus di Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisarua pada Minggu (2/3) malam dipicu oleh meluapnya Sungai Cimanceri akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Air yang meluap setinggi pintu rumah warga menyebabkan kerusakan parah, dengan dampak yang cukup signifikan.

Berdasarkan data sementara dari tim Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, sekitar 381 keluarga atau 1.399 orang terdampak banjir.

Baca Juga:Dedie Rachim Tegaskan Komitmen Pemkot Bogor Segera Operasionalkan BisKita dalam Waktu DekatTruk Freezer Meledak di Bojongloa Bandung, 1 Tewas dan 2 Terluka

Dari jumlah tersebut, 346 orang mengungsi, sementara satu warga masih hilang dan tengah dalam pencarian.

0 Komentar