UPTD Metrologi Cimahi Uji Tera BBM Jelang Puasa, Pastikan Takaran Aman di Tengah Isu Kecurangan

Petugas UPTD Metrologi Cimahi saat Melakukan Pengecekan Guna Memastikan Takaran BBM Sesuai/Firman Satria/Jabar Ekspres/
Petugas UPTD Metrologi Cimahi saat Melakukan Pengecekan Guna Memastikan Takaran BBM Sesuai/Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang bulan Ramadan, UPTD Metrologi Legal Kota Cimahi bersama Polres Cimahi melakukan pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan keakuratan takaran BBM yang dijual ke masyarakat.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa volume BBM yang dibeli sesuai dengan takaran yang telah ditentukan.

Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Cimahi, Reni Septia Syam, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan uji ulang takaran BBM dengan menggunakan bejana ukur standar berkapasitas 20 liter.

Baca Juga:Tragis! Siswa SMK Dharma Pertiwi Tewas saat Pentas Seni, Polisi Ungkap Kesimpulan Kasus  Jembatan Penghubung Citeureup- Sukamakmur Amblas, Pengendara Tak Bisa Melintas 

“Jadi, kita lakukan pengisian bejana ukur standar 20 liter, lalu kita ukur berapa minusnya. Dari tiga kali pengujian, hasilnya -10 ml, -30 ml, dan -30 ml,” kata Reni saat dihubungi, via telepon, Kamis (27/2/2025).

Menurutnya, batas kesalahan yang diizinkan sesuai dengan Syarat Teknis (ST) pengujian BBM adalah ±100 ml. Artinya, hasil pengujian tersebut masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan.

“Kami baru melakukan tera ulang pada November 2024 lalu, sehingga masa berlakunya masih sampai November 2025,” jelasnya.

Selain melakukan uji takaran, UPTD Metrologi juga memeriksa segel pada pompa BBM di SPBU. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada manipulasi takaran yang merugikan konsumen.

“Setiap kali kami melakukan tera, kami juga mengecek segel pada badan ukur yang ada di dalam mesin pompa. Hari ini segel-segel tersebut masih terpasang utuh, tidak ada yang putus atau rusak,” ungkap Reni.

Ia juga menambahkan, ada beberapa modus yang biasa digunakan SPBU nakal dalam memanipulasi takaran BBM. Salah satunya adalah penggunaan alat tambahan untuk mengubah sistem penghitungan volume.

“Biasanya, SPBU yang curang menggunakan alat tambahan untuk memanipulasi pulser. Pulser ini bertugas mengonversi volume BBM yang keluar dari pompa. Dengan alat tambahan ini, jumlah BBM yang keluar bisa dikurangi tanpa terlihat,” jelasnya.

Baca Juga:Ketua BPKN Soroti Dugaan Oplosan Pertamax, Langgar Hak KonsumenWaspada Longsor, Pemkot Bandung Akan Tertibkan Bangunan di Atas Saluran Air

Namun, hasil pengawasan kali ini menunjukkan bahwa SPBU di Kota Cimahi masih aman dan tidak ditemukan indikasi kecurangan.

Selain memastikan keakuratan takaran BBM, pengawasan ini juga mencakup pengecekan ketersediaan stok LPG, terutama tabung 3 kg, yang sering mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadan.

0 Komentar