“Vaksin massal terus dilaksanakan beberapa hari lalu, dari target 26.229 sapi perah yang tervaksin dan sekarang sudah 80 persen lebih,” katanya.
Dia mengatakan, menurunnya kasus PMK di wilayahnya lantaran peran aktif semua pihak baik medik, paramedik dan juga organisasi profesi.
“Medik Veteriner sebanyak 11 orang dari pemerintah 3 orang dari KUD untuk paramedik veteriner 12 orang pemerintah dam 40 orang KUD serta organisasi profesi PDHI cabang jabar 1, Paveti cabang Jabar 1 dan Paravetido,” katanya.
Baca Juga:2 Benteng Kokoh Persib Absen Kontra Madura United, Bojan Hodak Dipaksa Putar Otak!Jelang Ramadan, Harga Daging di Pasar Kiaracondong Mulai Merangkak
Ia pun menyebut, masyarakat tidak perlu khawatir dengan hewan ternak yang terpapar PMK karena masih aman dan sehat untuk dikonsumsi manusiamanusia selama diolah dengan benar.
“PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia serta daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar,” katanya.
Ditegaskan Wiwin, pihaknya pun telah berupaya maksimal dalam menangani PMK di wilayah Kabupaten Bandung Barat dengan koordinasi lintas sektor ( KUD, fedloter, Bandar), mengeluarkan SE tentang kesiapsiagaan PHMS dan himbauan tentang Vaksinasi mandiri.
“Kami pun telah melakukan pengobatan simptomatis dan supportif, desinfeksi kandang dan peralatan serta pembatasan lalu lintas hewan terutama dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” tandasnya. (Wit)
