JABAR EKSPRES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal terus membujuk Pemprov Jawa Barat agar menambah ritase pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. Hal itu akan terus dilakukan mengingat saat ini wilayah Kabupaten Bandung Barat alami darurat sampah.
Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, darurat sampah ditandai dengan munculnya tumpukan-tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Selain itu, di beberapa tempat serta layanan pengangkutan terhambat yang berdampak pada ratusan ton belum terangkut.
Padahal, jumlah produksi sampah mencapai 160 ton per hari. Kondisi ini mengakibatkan ratusan ton volume sampah tak bisa terangkut.
Baca Juga:Curhat ke DPRD, Tim Tagana Kota Bogor Bahas Peran dan Kebutuhan AmbulansPastikan PKG Mudah Diakses, Pemkot Cimahi: Berlaku di Semua Puskesmas!
Menurut dia, idealnya Bandung Barat mendapatkan jatah 30 rit atau setara dengan 140-150 ton pembuangan sampah. Dengan begitu, sisa sampah lainnya bisa ditangani dengan skema pengurangan dari hulu.
“Idealnya ada tambahan dan itu sudah dihitung oleh LH, dan pihak provinsi sedang mengkajinya,” jelas Ade.
“Kita juga tengah mengoptimalkan skema penanganan sampah mandiri. Di 2025 ini ada skema yang akan dikembangkan termasuk pengelolaan sampah di beberapa wilayah dan juga kita mendorong BUMDesa. Di wilayah utara sudah ada beberapa desa yang mengelola sampah melalui BUMDesa,” tandasnya. (Wit)
