Bisnis Lendir Masih Menjamur di Jabar, 79 Titik Jadi Lokasi Mangkal PSK

Gerbang jalan menuju kawasan Saritem di Gardujati, Kota Bandung, Rabu (12/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Gerbang jalan menuju kawasan Saritem di Gardujati, Kota Bandung, Rabu (12/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jawa Barat jadi provinsi dengan lokasi Pekerja Seks Komersial (PSK) terbanyak. Sebaran paling banyak ada di Kabupaten Bekasi. Itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam survei yang dilakukan 2024, BPS mencatat lokasi PSK itu ada di 79 titik di Jawa Barat. Angka tersebut tertinggi jika dibanding provinsi lain. Misalnya Jawa Timur dengan 70 lokasi, Jawa Tengah dengan 55 lokasi, Sumatera Utara dengan 37 lokasi, maupun Kalimantan Timur dengan 28 lokasi.

“Waktu itu salah satu sumbernya adalah aparat desa atau kelurahan,” jelasnya.

Baca Juga:Lampu Merah Kiaracondong, Terlama di Indonesia: Pengendara Keluhkan IniFenomena Jastiper di Bandung: Jadi Jembatan Oleh-Oleh dan Peluang Penghasilan Tambahan

Isti melanjutkan, salah satu pertanyaan di pendataan potensi desa adalah apakah desa yang dimaksud ada lokasi PSK, baik yang dikelola secara berkelompok atau individu.

“Itu lokasi mangkal PSK secara komersil,” cetusnya.

Dari survei itu maka dihimpun dan disimpulkan bahwa setidaknya ada 79 lokasi PSK di Jabar. Isti menjelaskan, dalam survei itu pihaknya tidak sampai menggali faktor pendukung masih bergeliatnya PSK di desa atau kelurahan tersebut. Termasuk alasan PSK masih menjalani bisnis haram itu.

Namun Isti menduga ada beberapa faktor lain yang jadi pendukung.

“Umumnya bisa jadi karena faktor kondisi ekonomi, tingkat pendidikan atau memang mungkin bisa saja daerah dengan mobilitas tinggi,” tutupnya.(son)

0 Komentar