JABAR EKSPRES – Dengan semangat pantang menyerah, Tim Satria Patroman Junior (Sapator) SDN 1 Banjar Jawa Barat, berhasil menorehkan sejarah gemilang dalam Lomba Kegiatan Baris Berbaris (LKBB) TDC Competition tingkat Nasional di Indramayu, Jawa Barat.
Tak sekadar menjadi peserta, tim ini menyabet enam penghargaan sekaligus, mengukuhkan Kota Banjar sebagai salah satu kawah prestasi di kancah nasional.
Kompetisi yang digelar awal bulan Februari 2025 ini menjadi ajang pembuktian bagi Sapator SDN 1 Banjar. Dari puluhan tim se-Indonesia, mereka berhasil meraih Juara Umum 3 Nasional, disertai lima kategori lain seperti Kostum Terbaik dan The Best Team Terantusias.
Baca Juga:Puskesmas Sempur Bogor Disomasi, Buntut Dugaan Intimidasi Pasien2 Kali Masuk RPJMD, Dewan Minta Pemkot Kaji Ulang Program Bandung Bebas Macet
Prestasi ini bukan hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjawab stigma bahwa dunia pendidikan di Kota Banjar kerap dipandang remeh.
Diky Agustaf, Ketua Komite sekaligus Pembina Pelatih dari Cospos Manajemen, mengungkapkan bahwa jalan menuju kemenangan tidaklah mulus.
“Ini hasil dari perjuangan, pengorbanan waktu, dan dukungan tanpa batas dari pemerintah, orang tua, serta masyarakat,” tuturnya via WhatsApp, Minggu (9/2).
Ia menceritakan, semula tim tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Namun, keyakinan akan kemampuan anak didiknya, ditambah pelatihan intensif selama berbulan-bulan, akhirnya membuahkan hasil.
“Kami hanya bermimpi kecil, tetapi Allah menuliskan yang terbaik,” ujar Diky.
Menurut Diky, kunci keberhasilan Sapator SDN 1 Banjar terletak pada karakter dan kemandirian siswa. “Ada api semangat di mata mereka. Meski masih belia, kedisiplinan dan tekad mereka setara dengan tim senior,” katanya.
Ia mencontohkan latihan padat yang dijalani tim, mulai dari pagi hingga petang, tanpa keluhan.
“Alhamdulillah, semua jerih payah terbayar. Ini hadiah untuk Kota Banjar,” tambah Diky.
Baca Juga:Tantangan Pembebasan Ijazah, MoU Masih Menanti PenyelesaianDadang Supriatna Sambut Baik Pendidikan Militer Kepala Daerah Terpilih, Begini Katanya!
Prestasi ini, lanjutnya, adalah bukti bahwa siswa dari daerah kecil pun bisa bersaing secara nasional asalkan memiliki komitmen dan dukungan sistemik.
Selama ini, Banjar kerap dianggap sebagai ‘kota kecil’ dengan minim prestasi pendidikan. Namun, torehan Sapator SDN 1 Banjar di ajang LKBB TDC menjadi tamparan manis yang mengubah narasi tersebut.
“Kami ingin ini memicu sekolah lain di Banjar untuk berlomba menciptakan achievment,” harap Diky.
