Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan, DKPP Kota Bandung: Stok Aman, Harga Naik 20 Persen

Seorang petani sedang membajak sawah
Seorang petani sedang membajak sawah
0 Komentar

JABAR EKSPRES –Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memastikan ketersediaan pangan strategis menjelang Ramadan dalam kondisi aman. Namun, harga beberapa komoditas diprediksi mengalami kenaikan hingga 20 persen.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyebut lonjakan harga ini merupakan pola tahunan yang selalu terjadi saat Ramadan. Selama tiga tahun terakhir, menurutnya, memang harga pangan utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging selalu naik.

“Naik sekitar 20 persen menjelang Ramadan. Ini karena konsumsi masyarakat meningkat,” kata Gin Gin kepada Jabar Ekspres, Sabtu (8/2) siang.

Baca Juga:AHY Inginkan Kantor DPD Partai Demokrat yang akan Dibangun Jadi Rumah RakyatAkhirnya 194 Siswa SMA 1 Cileunyi Bandung Bisa Ikut SNBP setelah Proses Finalisasi PDSS Selesai

Selain faktor peningkatan permintaan, Gin Gin menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang mempengaruhi produksi pangan, terutama bawang dan komoditas lain yang bergantung pada musim tanam.

“Musim hujan bisa berdampak pada hasil panen dan kualitas barang. Belum lagi ada ancaman penyakit tanaman yang membuat produksi turun,” ujarnya.

Meski begitu, Gin Gin menegaskan bahwa Kota Bandung dalam kondisi relatif aman dari sisi ketersediaan pangan. Ia juga memastikan daerah dengan tingkat kerentanan pangan tetap dalam kendali.

“Tidak ada daerah yang masuk kategori sangat rentan. Hanya ada beberapa kelurahan yang masuk kategori rentan prioritas karena faktor infrastruktur pasar dan akses air bersih,” jelasnya.

DKPP pun berupaya menjaga stabilitas pasokan dengan memanfaatkan lahan tidak produktif untuk pertanian skala kecil, termasuk sayuran dan ternak.

“Kami juga mendorong gerakan menanam mandiri dan kembali ke pangan lokal seperti ubi-ubian sebagai simbol ketahanan pangan,” kata Gin Gin.

Untuk mendukung ketahanan pangan jangka panjang, DKPP berkoordinasi dengan dinas terkait guna memastikan sarana air bersih di wilayah rentan tetap tersedia.

Baca Juga:Update Polemik Kebun Binatang Bandung, 2 Pimpinan Yayasan Margasatwa Resmi Ajukan Praperadilan!3 Pegawai KPK Gadungan, Polisi Ungkap Peran Pelaku Diduga Memeras

“Ini bagian dari strategi besar kami dalam menjaga ketahanan pangan Kota Bandung,” pungkasnya. (Zar)

0 Komentar