JABAR EKSPRES – Ratusan siswa dari SMAN 1 Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, terancam gagal mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Sebanyak 194 siswa terancam ikut gagal lantaran adanya kelalaian pihak sekolah yang belum merampungkan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Andri Rohman, salah satu wali murid mengatakan jika sebelumnya para orang tua sudah mendengar kabar ada nya rumor yang menyebut jika SMAN 1 Cileunyi belum tuntas dalam menginput data PDSS.
Baca Juga: Terbukti Mencuri di 5 Minimarket dalam Sehari, Seorang WNA di Jaktim Ditangkap PolisiSoal Kebijakan Efisiensi Anggaran, PHRI Jabar: Rugikan Usaha Hotel, Karyawan Bisa Dirumahkan!
Kemudian, dirinya bersama orang tua lain dan siswa pun ikut panik terkait rumor tersebut apakah benar atau tidak.
“Jadi memang ada rumor itu di group Wa orang tua. Setelah mencari informasi ternyata rumor itu benar. Karena anak-anak kan menunggu itu hasilnya,” ujarnya usai audiensi dengan pihak sekolah di SMA 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (6/2/2025).
Andri menjelaskan, jika dirinya sempat menduga adanya beberapa oknum sekolah yang terlihat berleha-leha saat menginput data siswa. Terlebih pendaftaran untuk PDSS sendiri berakhir hingga tanggal 31 Januari 2025 kemarin.
Apalagi menurutnya, masih ada jeda waktu dari Bulan Desember sampai awal Februari untuk waktu pendaftaran PDSS
“Jadi gini kan dari Desember sampai awal Februari ada jedah waktu untuk pendaftaran PDSS sekolah. Soal input itu kewajiban sekolah dong. Nah, saya ingin tahu sekolah mulai input data tanggal berapa? Takutnya ya, kalau pikiran jelek saya dia di akhir-akhir, ini kan leha-laha kalau betul begitu,” jelasnya.
Andir juga merasa heran dengan adanya keterlambatan pihak sekolah yang menginput data, terlebih sekolah SMA 1 Cileunyi ini merupakan salah satu sekolah terbaik yang ada di Kabupaten Bandung.
Bahkan jika dibandingkan dengan sekolah lain yang jauh dibawahnya, sekolah-sekolah tersebut bisa memfinalisasi data PDSS sebelum tenggat waktu.
Baca Juga:Menteri Nusron Panggil 3 Perusahaan Pagar Laut Bekasi, Minta Batalkan Sertifikat KepemilikanTumbuhkan Perekonomian Indonesia, Menteri Maman Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
“Iya aneh ya, sekolah kita yang notabenenya itu Gradenya beda tapi sampai tenggat waktu masih belum selesai berbeda dengan sekolah lain yang kasarnya dibawah SMAN 1 Cileunyi dan saya dapat informasi itu bisa tepat waktu finalisasinya seperti sekolah swasta kayak SMA Karya Budi, terus SMA Mekar Arum,” ungkapnya.
