JABAR EKSPRES – Untuk penuhi stok jelang Ramadhan dan Lebaran pemerintah berencana akan impor 180 ribu ton daging sapi tahun ini.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa rencana impor daging sapi yang mencapai 180 ribu ton itu sudah disepakati sejak tahun lalu.
Tetapi, menurut Arief pengadaan daging kerbau ini masih menunggu hasil putusan rapat koordinasi terbatas (rakortas). Pasalnya, pengadaan daging kerbau biasanya dilakukan untuk stabilitas di dalam negeri.
Baca Juga:Verifikasi Dewan Pers, Upaya Menjaga Kualitas dan Keberlangsungan Industri MediaSempat Ugal-Ugalan, Dedy Mulyadi Bakal Tahan Kucuran Dana Hibah
Namun, ia menyampaikan, ada beberapa hal yang harus segera diputuskan terkait kebutuhan pangan lainnya menjelang Ramadhan dan Lebaran seperti pengadaan daging.
“Memang ada beberapa hal yang harus segera diputuskan, pelaksanaan daging untuk puasa dan Lebaran,” katanya.
Di samping itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan surat persetujuan impor (PI) untuk sapi jenis bakalan. Bahkan, sebagian dari sapi-sapi itu sudah masuk ke Indonesia untuk memenuhi stok jelang Ramadhan hingga Lebaran.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sebanyak 1.797 ekor sapi ternak asal Australia yang tiba di Indonesia dari awal Januari 2025 sudah terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) untuk penuhi kebutuhan daging pada periode Ramadhan dan Lebaran.
