JABAR EKSPRES – Dalam upaya memerangi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan Islam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, menegaskan komitmennya dalam sebuah Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakor) yang bertema ‘Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan Masa Depan’.
Rapat ini berlangsung di Kota Banjar dan dihadiri oleh Kasubag TU, kepala-kepala seksi, kepala-kepala madrasah, serta kepala KUA di lingkungan Kemenag Kota Banjar.
Dalam forum tersebut, Ahmad Fikri menekankan pentingnya pengawasan dini di madrasah, pondok pesantren, dan Rumah Tahfidz sebagai langkah strategis untuk mencegah kekerasan seksual.
Baca Juga:Overstay, 408 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Arab SaudiSepanjang 2024, BRI Capai Fee Sebesar Rp1,6 Triliun dari AgenBRILink
“Pendidikan Islam harus menjadi tempat untuk membentuk generasi berakhlak mulia, bukan tempat yang merusak karakter mereka,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Kantor Kemenag Kota Banjar akan melibatkan semua elemen internal, termasuk Kasubag TU yang bertanggung jawab atas koordinasi administratif, Kasi Pendis yang mengawasi madrasah dan lembaga pendidikan Islam, serta Kasi Bimas Islam yang berfokus pada pembinaan agama.
Sebagai indikator keberhasilan, Kantor Kemenag Kota Banjar menargetkan penurunan angka kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan Islam, terbentuknya Satgas Pencegahan Kekerasan yang aktif, dan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya hak anak dan perlindungan mereka.
