Disinggung terkait kepercayaan masyarakat menurun terhadap demokrasi di Bandung Barat, Ripqi menyebut secara keseluruhan Pilkada Serentak di Bandung Barat dianggap sukses.
Bahkan ia mengklaim, Bandung Barat masuk dalam 10 daerah di Jawa Barat dengan partisipasi pemilih terbanyak. Meskipun pada pemilihan kepala daerah terdapat penurunan partisipasi pemilih ketimbang Pemilu sebelumnya.
“Pemungutan suara ulang terjadi kalau ada pelanggaran yang sifatnya teknis. Itu tidak ada. Pemungutan suara lanjutan itu bisa terjadi apabila pada hari hari pemungutan terjadi bencana alam. Alhamdulillah dari awal sudah bekerja sama dengan BMKG, BPBD memitigasi dan tidak ada kejadian yang menyebabkan pemungutan suara lanjutan,” katanya.
Baca Juga:Baru Dibangun, Tugu Pahlawan Kota Bandung Jadi Sasaran VandalismeMantan Kades Malasari Cimaung Diperiksa terkait Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Raksa Desa hingga Ratusan Juta
Hal tersebut karena adanya kolaborasi berbagai pihak seperti forkopimda Kabupaten Bandung Barat dan instansi lainnya. Sehingga faktor-faktor yang bisa menggagalkan pemungutan suara Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat bisa diantisipasi.
“Misal di KBB kemarin ada TPS yang pada akhirnya, hasil daripada penilaian dari beberapa pihak harus dipindahkan karena tidak aman. Kita evakuasi dan berjalan dengan lancar. Hal-hal seperti ini kan adanya mitigasi. Hasilnya berjalan dengan sesuai harapan,” tandasnya. (Wit)
