JABAR EKSPRES – Upaya pengendalian banjir di Kota Cimahi melalui kolam retensi di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, belum bisa berjalan maksimal. Struktur kolam yang dibangun sejak 2021 tersebut masih berupa pengerukan tanah sehingga daya tampung airnya sangat terbatas.
Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Sambas Subagja menyebut, kolam retensi hasil kerja sama antara Pemkot Cimahi dan Pemkot Bandung ini membutuhkan penyempurnaan pembangunan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Saat ini, kolam tersebut hanya mampu menampung sekitar 13 ribu meter kubik air, itupun masih terganggu oleh sedimen yang belum dikeruk.
Baca Juga:Soal Tuntutan hingga 50 Tahun, Ini Kata KejagungBREAKING NEWS: Truk Pengangkut Paket di Gedebage Terbakar!
“Alhamdulillah sedikitnya bisa menahan genangan ke wilayah Cigugur Tengah kalau untuk di Kota Cimahi, tapi memang kapasitanya belum maksimal,” jelasnya.
Jika pembangunan kolam retensi diselesaikan, dampaknya akan signifikan terhadap pengendalian banjir, khususnya di wilayah tengah dan hilir Kota Cimahi.
Sebagian air dari Sungai Cilember dapat tertampung di kolam ini, mengurangi risiko banjir hingga 21-30 persen.
“Mudah-mudahan segera dibangun sehingga akan mengurangi volume air ke daerah tengah dan hilir di Kota Cimahi,” tandas Sambas. (Mong)
