“Karena Cimahi sebagai daerah perlintasan, beberapa titik seperti sekitar Alun-Alun, Leuwigajah, dan perbatasan Cibeureum menjadi rawan macet,” katanya.
Mega berpesan kepada masyarakat agar memprioritaskan keselamatan saat bepergian, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
“Kami mengimbau pengelola bus untuk selalu memeriksa kendaraan mereka, dan masyarakat juga harus memastikan kendaraan pribadi mereka dalam kondisi baik,” tandasnya.
Baca Juga:Belum Tuntas, Samsul Hidayat Dorong Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat Percepat Huntap Korban Longsor Sukajaya BogorIbu Muda Jadi Korban Aksi Begal Pantat di Cimahi, Rekaman CCTV Ungkap Ciri Pelaku
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan dan PJU Dishub Kota Cimahi, Iwan Ridwan, menjelaskan bahwa rampcheck kali ini difokuskan pada angkutan umum seperti bus, elf, dan kendaraan barang.
“Untuk kendaraan pribadi tidak ada rampcheck. Kami fokus pada angkutan umum,” jelas Iwan.
Rampcheck ini menitikberatkan pada kondisi teknis kendaraan seperti rem dan baut-baut di bawah kendaraan.
“Per triwulan, kami melakukan tiga kali rampcheck. Pada hari besar pun kami turun untuk mengantisipasi kecelakaan yang berpotensi menyebabkan korban jiwa,” paparnya.
Iwan juga mengungkapkan bahwa Dishub Cimahi telah menyiapkan posko pengamanan lalu lintas di beberapa titik, seperti Alun-Alun dan Kebon Kopi, dengan personel yang bergabung dari berbagai bidang.
“Kami sudah menyiapkan posko di Alun-Alun dan Kebon Kopi, dengan personel yang bergabung dari bidang lalu lintas dan angkutan,” pungkasnya. (Mong)
