JABAR EKSPRES – Pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) per Semptember 2024 dikalim melambat dari tahun sebelumnya. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK, Dian Ediana Rae menyebut, secara year on year (yoy) tumbuh 5,04 persen.
“Per September 2024, kredit UMKM tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen (yoy). Tren pertumbuhan UMKM memang cenderung melambat, sejalan dengan risiko kredit UMKM yang meningkat ditandai dengan NPL yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/11).
Konsisi ini menyebabkan perbankan lebih berhati-hati (prudent) ketika akan menyalurkan kredik kepada pelaku UMKM.
Baca Juga:Gencarkan Upaya Mitigasi Bencana di Sekolah, Bangunan Tua Jadi Fokus Utama Pemkot CimahiPaslon DILAN Berkomitmen Memajukan Dunia Usaha Bandung Barat
Sementara itu, menurut Dian, risiko kredit UMKM saat ini masih cukup tinggi dibandingkan kredit non-UMKM. Ini karena pelaku UMKM didominasi masyarakat kelas menengah ke bawah, serta kecenderungan perekonomian saat ini mengarah pada capital intensive seiring dengan pemanfaatan teknologi informasi pada berbagai aspek bisnis.
“Selain itu, masuknya produk impor ilegal yang biasanya menawarkan harga lebih murah juga memberikan tekanan terhadap bisnis UMKM,” ujarnya.
