Jelang Pilkada Serentak, Bey Machmudin Akan Kumpulkan Bupati/Wali Kota se-Jabar

Dok. Pj Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin. Foto. Sandi Nugraha.
Dok. Pj Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin. Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Tridadi Machmudin, mengungkapkan rencananya untuk memanggil seluruh Bupati dan Wali Kota se-Jabar dalam waktu dekat. Pertemuan ini dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Bey menegaskan bahwa tujuan dari pemanggilan tersebut adalah untuk memastikan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Jabar berjalan aman dan kondusif.

“Untuk Bupati dan Wali Kota, kami (Pemprov Jabar) akan mengumpulkan mereka agar memperhatikan betul keamanan Pilkada,” ujarnya pada Sabtu (2/11).

Baca Juga:Sendi Fardiansyah: Trem Bukan Solusi Atasi Kemacetan di Kota Bogor! Calon Bupati Bandung Dadang Supriatna Diduga Melanggar Sara Dalam Kampanye, Ini Kata Bawaslu

Selain itu, dalam rencana pemanggilan ini, Bey juga akan menekankan pentingnya netralitas selama pelaksanaan Pilkada. Dia mengingatkan bahwa seluruh Bupati dan Wali Kota di Jabar saat ini dijabat oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat sebagai penjabat.

“Kita harus memastikan ASN netral, tidak berpihak, dan mengajak seluruh warga untuk menggunakan hak pilihnya. Yang terpenting adalah menggunakan suara, karena suara kita menentukan masa depan,” ungkapnya.

Bey berharap pelaksanaan Pilkada Serentak pada 27 November 2024 dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

“Perhatikan betul hak pilih dan logistik, jangan sampai ada masalah dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024,” pungkasnya.

Sebelumnya, selama tahapan Pilkada Serentak 2024 berlangsung, Bey meminta kepada seluruh ASN, terutama di lingkungan Pemprov Jabar, untuk menjaga sikap netral dan tidak memihak kepada pasangan calon (Paslon).

Bey juga menegaskan tidak akan segan memberikan tindakan tegas jika ada ASN yang terbukti melakukan pelanggaran netralitas selama penyelenggaraan Pilkada.

“Karena netral saja tidak cukup, sikap juga harus menunjukkan netralitas. Meskipun hati netral, tetapi jika bertemu dengan pihak tertentu, itu tetap harus dihindari. Selama dua bulan masa kampanye ini, ASN harus netral,” tuturnya beberapa waktu lalu.

0 Komentar