“Yayasan Bina Muda itu dari TK-SD-SMP dan SMA dalam satu kawasan. Lapangannya terbatas kalau untuk upacara semua tingkatan, jadi mensiasati itu, upacaranya digilir. Nah anak-anak SMA Minggu pertama upacara, Minggu berikutnya pelaksanaan budaya positif, jadi per dua pekan sekali,” paparnya.
Agung berujar, tujuan digencarkannya budaya positif ini, selain agar para siswa SMA Bina Muda dapat lulus dengan membawa ilmu pengetahuan, juga diharapkan bisa terbentuk karakteristik baik serta mempunyai kelebihan di bidang agama.
“Goalsnya agar anak-anak terbiasa sholat Dhuha, baca buku dan punya hafalan Al Quran setelah di luar sekolah. Itu tujuannya. Karena segala hal akan terbentuk ketika dari terpaksa, terbiasa hingga jadi budaya,” ujarnya.
Baca Juga:Ketua DPRD Sastra Winara Ungkap Pesan Khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten BogorSyaikhu-Ilham Habibie Targetkan 60 Persen Suara di Kabupaten Bogor
“Walaupun ini bukan pesantren, tapi jangan hanya dibekali ilmu pelajaran saja. Makanya dibentuk budaya positif, agar ketika siswa sudah lulus itu, mereka memiliki pengetahuan akademisi, kemampuan non akademisi, berkarakter, kemudian pondasi agama dan norma etika sosial diterapkan,” pungkas Agung. (Bas)
