Berikut Upaya Pemprov Jabar Kurangi Kirman Sampah dari Bandung Raya ke Sarimukti

Ist. Overload, tumpukan sampah terjadi di salah saru TPS Kota Bandung, pasca Sarimukti kebakaran beberapa waktu lalu. Dok Jabar Ekspres.
Ist. Overload, tumpukan sampah terjadi di salah saru TPS Kota Bandung, pasca Sarimukti kebakaran beberapa waktu lalu. Dok Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga saat ini terus berupaya melakukan pengurangan sampah yang dikirim dari wilayah Bandung Raya ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sekretaris DLH Jabar Helmi Gunawan mengatakan, hal ini dilakukan selain masih banyaknya sampah organik yang masuk ke TPAS Sarimukti, pengurangan jumlah atau ritase yang di kirim dari wilayah Bandung Raya juga belum berjalan maksimal.

“Sehingga kita ingin meminta komitmen dari pemerintah daerah (di Bandung Raya), untuk mengurangi ritase, agar bisa dikurangi 500 ton per hari (kiriman ke Sarimukti),” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/10).

Baca Juga:Tok! DPRD Kota Bogor Sahkan Perda Pemberian Insentif dan Kemudahan InvestasiAKD DPRD Jabar Terbentuk, Nisya Ahmad di Komisi V

“Sampai 30 November kita akan coba pengurangan di 500 ton per hari sebagai adaptasi nanti sampai di bulan Desember (2024),” imbuhnya.

Sekda Jabar Apresiasi Kota Bandung yang Sudah Lakukan Pengurangan Ritase Sampah

Disisi lain, dalam menindaklanjuti kondisi terkini TPAS Sarimukti, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar) Herman Suryatman menyebut salah satu wilayah di Bandung Raya yakni Kota Bandung kini mulai menyanggupi adanya pengurangan ritase yang telah diinstruksikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov).

0 Komentar