JABAR EKSPRES – Pupuk Kujang Cikampek bekerja sama dengan Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri untuk melaksanakan program pelatihan budidaya kopi bagi 25 mantan narapidana terorisme (napiter).
Pelatihan dilakukan di lahan petani kopi di lereng Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan melibatkan metode pembelajaran langsung.
Sementara itu, Agung Gustiawan, VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pupuk Kujang, menambahkan bahwa pelatihan mencakup berbagai aspek teknik budidaya, termasuk cara menanam dan merawat kopi Arabica Java Preanger.
Baca Juga:Dinas Pendidikan Hentikan Pembongkaran Bangunan di Salah Satu SMP Negeri di BanjarHonda Modif Contest 2024 Bandung: Adu Kreatif Modifikator hingga Pembukaan Kelas Baru
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kopi, tetapi juga meliputi pengembangan komoditas lain seperti madu dan rempah-rempah, yang diharapkan dapat membantu peserta memanfaatkan potensi lahan yang ada dan menekankan komitmen berkelanjutan Pupuk Kujang dalam mendukung peserta.
“Setiap kelompok akan menggarap lahan seluas 50 hektare, dan jika ada lima kelompok, total lahan yang dikelola bisa mencapai 250 hektare,” jelasnya.
