JABAR EKSPRES – Sebuah pohon beringin raksasa yang berusia ratusan tahun tumbang di lokasi keramat Pulo Majeti, Lingkungan Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja. Kejadian ini memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan Pilkada Banjar yang akan datang pada tahun 2024.
Banyak pihak berpendapat bahwa tumbangnya pohon ini merupakan pertanda akan adanya perubahan dalam peta politik di Kota Banjar. Sejak Kota Banjar memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis pada tahun 2004, kader dari partai politik yang memiliki simbol pohon beringin, yaitu Golkar, selalu berhasil meraih kursi kepala daerah. Namun, dengan adanya calon-calon kuat dari PDIP yang berkoalisi dengan PPP, serta calon dari gabungan enam partai politik lainnya, posisi Golkar kini terancam.
Yudi Andiana, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar, menjelaskan bahwa pohon tersebut tumbang akibat angin kencang yang melanda wilayah itu pada saat kejadian. “Kami mengalami kesulitan karena batang dan akar pohon sangat besar, serta kayunya juga sangat keras,” ujarnya belum lama ini.
Baca Juga:Pasar Kreatif Jawa Barat Bakal Ditambah SportainmentKekeringan Melanda 400 KK di Desa Linggar Bandung, Warga Sulit Air Bersih Selama 4 Bulan
Proses evakuasi dilakukan dengan cara memotong batang dan akar pohon secara bertahap menggunakan gergaji mesin. Mengingat ukuran pohon yang sangat besar, proses ini memakan waktu cukup lama. Selain itu, petugas harus bekerja dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur sekitar.
Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman, juga turut menurunkan anggotanya untuk membantu proses evakuasi. “Pohon ini sangat besar dan memang memerlukan banyak tenaga untuk membersihkannya,” ungkap dia.
