JABAR EKSPRES, BANDUNG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kota Bandung diprediksi bakal berjalan alot. Pasalnya, terdapat empat pasangan bakal calon pemimpin yang bakal bertarung guna menduduki kursi nomor satu dan dua di Kota Kembang.
Adapun keempat bakal calon tersebut yakni Farhan – Erwin (Partai Nasdem, PKB, Gelora, dan buruh), kemudian Dandan Riza Wardana – Arif Wijaya (PDI dan Demokrat), Arif Rafnialdi – Yena Iskandar (Golkar, PSI, Garuda, PAN, Hanura), dan terakhir Haru – Ridwan (PKS, Gerindra).
Pengamat Kebijakan Publik Independen, Achmad Muhtar menyebut, peran pemilih pada proses pilkada nanti jadi faktor krusial guna memecah permasalahan yang kini banyak terjadi di Kota Bandung.
Baca Juga:Bawaslu Kabupaten Bandung Sebut Berkas Dua Pasangan Calon Bupati Masih Perlu PerbaikanBencana Kekeringan Hantui Kabupaten Sumedang, BPBD Lakukan Beragam Simulasi
“Makannya, masyarakat harus betul-betul paham terkait apa yang nantinya bakal dijalankan oleh para pemimpin terpilih nantinya. Jangan sampai pemberian suara hanya mengacu pada segi popularitas bakal calon,” tambahnya.
Dirinya pun menyinggung soal track record para pemimpin Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung yang harus diketahui oleh masyarakat Kota Kembang. Terlebih terdapat beberapa nama yang sebelumnya sempat tersandung kasus korupsi.
