Anak Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal, Dinkes Jabar Pantau Sejumlah Wilayah

Dok. Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi. Jum'at (2/8). Foto. Sandi Nugraha.
Dok. Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi. Jum'at (2/8). Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengaku akan terus memantau pasien anak-anak yang melakukan pengobatan cuci darah akibat kegagalan ginjal.

Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi mengaku telah berkoordinasi dengan persatuan ahli ginjal Indonesia agar bisa mengetahui secara detail jumlah temuan kasus tersebut.

“Hasilnya untuk saat ini berdasarkan laporan dari persatuan ahli ginjal Indonesia, bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan (kasus pasien anak cuci darah di Jabar),” ujarnya saat ditemui di Gedung Sate Bandung, Jum’at (2/8).

Baca Juga:Penjual Bendera Dinilai Ganggu Trantibum, Satpol PP Kota Bandung Jelaskan Hal IniDitopang Dana Murah, Penghimpunan Simpanan BRI Tumbuh 11,61% di Triwulan II 2024

Vini menambahkan, berdasarkan hasil laporan, temuan kasus di Jabar hanya pasien-pasien yang sebelumnya telah menjalani pengobatan cuci darah.

“Jadi masih pasien-pasien yang dulu saja, yang sudah biasa melakukan (pengobatan) cuci darah. Nah itu berdasarkan informasi terkahir yang diterima. Jadi kemarin dari hasil koordinasi kita bersama tidak ada peningkatan yang signifikan,” katanya

Meski begitu, Vini menuturkan pihaknya akan terus berkoordinasi khusunya dengan seluruh Kabupaten/Kota di Jabar untuk terus melakukan pemantau kasus.

“Karena kita sebetulnya ada pemantau wilayah setempat. Jadi kalau tiba-tiba yang kasusnya dari tadinya tidak ada dan menjadi ada atau yang tadinya biasa menjadi 2 kali lipat lebih tinggi itu kita akan pantau. Dan saat ini berdasarkan laporan dari Hasan Sadiki (RSHS Bandung) ada 20 (pasien),” imbuhnya

Sebelumnya, menanggapi kasus ini Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa saat ini anak-anak di Indonesia khusunya sering diberikan makanan atau minuman dengan kadar gula cukup tinggi. Sehingga hal ini, dinilai menurut dia menjadi salah satu penyebab pasien Anak-anak banyak yang menjalani pengobatan cuci darah akibat terkena penyakit gagal ginjal.

“Karena memang Indonesia itu suka gula. Jadi ini disebabkan oleh gula, dan gula itu bisa menjadi penyebab dari segala macam penyakit mulai dari ginjal, hati, stroke, hingga jantung,” katanya saat ditemuin di Gedung Sate Bandung, Jum’at (2/8).(San).

0 Komentar