JABAR EKSPRES – Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng bersubsidi membuat masyarakat agak kelimpungan. Mulai dari warga hingga pedagang yang menjajakan produk itu, merasakan dampak cukup signifikan.
Seorang pedagang toko, Riki Rahmadani (28) menyebut, atas dinaikkannya harga minyak subsidi bermerk Minyak Kita itu, ia harus merogoh kocek lebih dalam tiap membeli lagi stok dari produk tersebut.
Sementara itu harga minyak curah, kata Riki, berbeda lagi situasinya. Menurutnya masih dalam kondisi normal. Saat ini harga minyak dari grosir berkisar Rp15.000 per kilogram.
Baca Juga:Tahun Ini Bakal Ada Dua Kampung Siaga Bencana di Kota Bandung, Ini Kata PemkotBangga, Dua Atlet Silat asal Kabupaten Bandung akan Bertanding di Exhibition Olimpiade Paris 2024
“Pengin di harga normal lagi aja. Engga memberatkan warga juga. Kasihan yang pengen beli minyak bersubsidi dengan harga terjangkau, sekarang agak mahal lagi,” pungkasnya.
