JABAR EKSPRES – Kejaksaan Negeri Banjar memperkenalkan langkah-langkah strategis mereka dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online yang semakin marak.
Kepala Kejaksaan Negeri Banjar, Sri Haryanto, mengatakan program penyuluhan hukum akan menjangkau berbagai desa di wilayahnya.
“Selain program Jaksa Masuk Sekolah, kami juga meluncurkan program Jaga Desa. Program ini tidak hanya untuk mencegah penyimpangan pengelolaan keuangan desa, tetapi juga menyentuh isu-isu sosial seperti judi online,” jelasnya.
Baca Juga:Link Nonton Live Streaming Persib vs Borneo FC, Malam ini Pukul 19.30 WIBTKW Asal Cileunyi Bandung Masih Tersiksa di Irak, Kini Kondisinya Kian Parah hingga Dapat Ancaman
Jaga Desa merupakan inisiatif edukasi hukum yang komprehensif, melibatkan aparat desa dan warga setempat. Sri Haryanto menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk memahami dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
“Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat dan bersama-sama mencari solusi. Dalam era digital ini, maraknya judi online menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat tentang bahaya judi online,” katanya.
Dengan penyuluhan hukum yang komprehensif dan kolaborasi erat dengan masyarakat, Kejaksaan Negeri Banjar berharap bisa mengurangi maraknya judi online dan berbagai penyimpangan lainnya, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.
“Dengan adanya program Jaga Desa, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan teredukasi mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh judi online,” ujarnya menambahkan.
Selain itu, Kejaksaan Negeri Banjar juga akan bekerja sama dengan instansi terkait dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan moral dan sosial di lingkungan masyarakat.
“Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus judi online dan menciptakan masyarakat yang lebih sadar hukum serta bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Banjar, Akhmad Fakhri menambahkan bahwa pihaknya akan aktif memantau aktivitas judi online.
Baca Juga:Piala Presiden 2024: Target Klok di Laga Kontra Borneo FCPosisi Bupati dan Wakil, Pasangan TB-Jeje Tunggu Kepastian Parpol
“Informasi mengenai nomor rekening yang terlibat dalam kegiatan tersebut akan kami laporkan ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Laporan rutin akan kami kirimkan, dan kami pastikan tindakan tegas akan diambil,” tegasnya, memastikan komitmen mereka dalam memberantas kejahatan ini. (CEP)
