Umat Kristiani Turut Ramaikan Peringatan Tahun Baru Islam

Kolaborasi seni budaya Grup Angklung dari Gereja St. Yohanes Ciamis dalam acara Muharraman di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Kamis 18 Juli 2024 malam. (istimewa)
Kolaborasi seni budaya Grup Angklung dari Gereja St. Yohanes Ciamis dalam acara Muharraman di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Kamis 18 Juli 2024 malam. (istimewa)
0 Komentar

Tokoh seni budaya di Kota Banjar, Bah Asmul mengatakan, kolaborasi seni budaya antara Gamelan Ki Pamanah Rasa dan Grup Angklung dari Gereja St. Yohanes Ciamis dalam acara Muharraman di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, tidak hanya memukau penonton dengan keindahan seni dan kekayaan budaya, tetapi juga berhasil meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan prasangka yang seringkali memisahkan.

“Melalui harmoni Gamelan dan Angklung, terbukti bahwa seni memiliki kekuatan untuk mendekatkan berbagai latar belakang agama dan budaya, serta mempererat hubungan antarumat beragama,” katanya.

“Acara ini menjadi contoh nyata bahwa melalui seni dan budaya, kita dapat memperkuat kohesi sosial dan membangun harmoni di tengah keberagaman,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga:Bocah 5 Tahun Ditemukan Mengambang Tak Bernyawa di Sungai Cipakancilan BogorMenanti Racikan Sepakbola Pragmatisme Ala Bojan Hodak dan Bernando Tavares

Kolaborasi seni budaya seperti ini juga menjadi sarana yang efektif untuk memupuk rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah keragaman masyarakat.

“Dalam konteks Indonesia yang multikultural, kolaborasi semacam ini sangat penting untuk mempererat hubungan antarumat beragama, mengajarkan nilai-nilai toleransi, dan menginspirasi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan damai,” tukasnya. (CEP)

0 Komentar