Diduga Kehabisan Bahan Bakar, Kapal Nelayan Asal Aceh Timur Terdampar di Perairan Myanmar

Ilustrasi: Kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Kabupaten Aceh Timur. Foto/ANTARA
Ilustrasi: Kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi, Kabupaten Aceh Timur. Foto/ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Diduga kehabisan bahan bakar, kapal nelayan asal Kabupaten Aceh Timur dengan tujuh anak buah kapal dan satu nakhoda terdampar di perairan Myanmar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Pelabuhan Nusantara Idi Eermasyah di Aceh Timur, Kamis (11/7) mengatakan kapal nelayan dengan nama KM Aslam Samudera tersebut masuk ke perairan negara tetangga diduga hanyut karena kehabisan bahan bakar.

Kapal motor nelayan tersebut berlayar menuju perairan Selat Malaka untuk mencari ikan, di dalam kapal tersebut terdapat tujuh orang anak buah kapal (ABK) dan satu orang nahkoda.

Baca Juga:Bersama BRI, Cokelat nDalem Mengukir Manisnya Usaha MikroAntisipasi Rusaknya Lingkungan, Kandidat Calon Kepala Daerah Harus Paham Pentingya Green Democratic

Kapal nelayan Aceh Timur itu dibawa arus sampai masuk ke perairan Myanmar. Pihak keamanan laut Myanmar menemukan kapal nelayan tersebut dan menariknya ke Pelabuhan Kwaitong, Myanmar pada Rabu (10/7).

Sedangkan untuk lima anak buah kapal lainnya yaitu Mustafa Kamal warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Serta Abdullah, Helmi, dan Mola Zikri, semuanya dari Kota Langsa, dan Muzakir asal Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara.

0 Komentar