JABAR EKSPRES – PSSI tengah serius menaikan standar Tim Nasional (Timnas) Indonesia di level Asia maupun Dunia. Di masa kepemimpin Erick Thohir, lewat Blueprint PSSI bertajuk Garuda Mendunia, federasi menargetkan timnas bisa menyentuh ranking 45 FIFA di Tahun 2045.
Kini, PSSI tengah gencar memanggil kembali pemain keturunan guna menyokong timnas baik pria maupun wanita. Pada tim putri sendiri, dua amunisi terbaru yakni Sydney Hopper dan Amira Dahl telah bergabung dengan tim yang dinahkodai Pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki.
Eksodus bawa kembali pulang pemain keturunan nyatanya menimbulkan pro-kontra. Pasalnya, pemain pribumi mengaku kesulitan guna bersaing imbas belum berjalannya Liga 1 Putri di Indonesia. PSSI sendiri menargetkan Liga 1 Putri berjalan pada tahun 2026.
Baca Juga:Oknum Calo PPDB di SMPN 3 Citeureup Bogor Kena Sanksi, Bakal Dipecat?Jadi Wajah Indonesia di Liga Champions Asia 2, Klok : Saya Senang Kita Main di Level Itu
Bek kanan Timnas Putri Indonesia sekaligus pemain Persib Putri asal Bandung, Agnes Hutapea mengaku kecewa dengan belum jelasnya Liga 1 Putri di Indonesia. Terlebih, 5 tahun sudah sejak awal berjalannya Shopee Liga 1 Putri 2019, hingga kini tak ada kejelasan kapan kompetisi kasta tertinggi sepak bola wanita di Indonesia bakal kembali di gelar.
“Saya pribadi mengaku kecewa. Karena terakhir di gelarnya Liga 1 Putri itu tahun 2019, sedangkan sekarang udah 2024. Dan katanya baru bakal di gelar itu 2026,” ujarnya beberapa waktu lalu
“Buat saya yang udah 24 tahun, saya merasakan bentuk kekecewaan rekan-rekan saya. Karena banyak rekan saya yang tadinya semangat harus rela berhenti karena keadaanya seperti ini,” tambahnya
Bahkan diakui Agnes, di umur 24 tahun yang merupakan usia emas pemain sepak bola. Dirinya hampir memutuskan gantung sepatu akibat kondisi sepak bola putri yang tak kunjung jelas.
“Saya pribadi kemarin sempat mau gantung sepatu (pensiun) sebelum akhirnya masuk Timnas lagi. Karena buat apa saya latihan terus tapi gatau mau tampil di mana,” ungkapnya
Hal ini tentunya perlu perhatian serius dari berbagai pihak pemangku sepak bola di Indonesia. Bagaimana peran PSSI Kota Bandung dalam menggalakan sepak bola putri di level grassroot Sekolah Sepak Bola (SSB), Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Barat dalam mewadahi pesepakbola putri lewat kompetisi-kompetisi, dan terakhir PSSI pusat terkait menejerial pemain guna mampu bersaing di level Asean, Asia, bahkan Dunia.
