Pasalnya, menurut Agnes, bagaimana cara pemain yang merumput di Indonesia bisa bersaing dengan kualitas pemain Diaspora tanpa adanya liga profesional yang berjalan. Kematangan pemain keturunan terlihat berkat adanya kompetisi reguler di negara asalnya.
“Saya juga bingung harus jawabnya kaya gimana. Karena emang perbedaannya mungkin jauh, mereka disana ada liga terus di kita disini gak ada liga,” ungkapnya
Namun, terlepas dari hal tersebut, Agnes menegaskan, dirinya siap bersaing dengan pemain Diaspora yang kini banyak bergabung timnas Indonesia. Dirinya berharap, PSSI bisa menyegerakan kompetisi profesional sepak bola putri di tanah air.
Baca Juga:Oknum Calo PPDB di SMPN 3 Citeureup Bogor Kena Sanksi, Bakal Dipecat?Jadi Wajah Indonesia di Liga Champions Asia 2, Klok : Saya Senang Kita Main di Level Itu
“Sempat ada perasaan wah pemain diaspora. Tapi dengan kepercayaan diri saya, saya juga harus mampu buat bersaing dan menekan diri saya bahwa saya bisa,” ucapnya
“Terus harapan saya, semoga PSSI bisa segera membuat kompetisi bagi sepak bola putri, tak harus tahun 2026,” pungkasnya. (Dam)
