23 Orang Korban Longsor Tambang di Gorontalo Meninggal Dunia

Sejumlah personel Polri membawa korban korban longsor di Desa Tulabolo, Kecamatan Bone Bolango, Gorontalo. Foto/ANTARA
Sejumlah personel Polri membawa korban korban longsor di Desa Tulabolo, Kecamatan Bone Bolango, Gorontalo. Foto/ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jumlah korban tanah longsor yang ditemukan meninggal dunia di kawasan tambang rakyat Desa Tulabolo Timur Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo telah mencapai 23 orang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo Hariyanto di Gorontalo, Rabu (10/7) mengatakan data yang tercatat dan sudah terkonfirmasi pada Selasa pukul 23.00 WITA, total keseluruhan korban mencapai 173 orang.

Memasuki hari ke tiga setelah kejadian, jumlah tim SAR gabungan yang melakukan pencarian di lokasi bertambah, yakni hadirnya time lit yang didatangkan khusus dari Basarnas Pusat hingga personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Sulawesi Utara.

Baca Juga:Dokter Forensik Ungkap Wartawan di Karo Meninggal karena TerbakarKementerian ESDM Serahkan Kasus Tambang Emas Ilegal di Ketapang ke Kejaksaan

Selain itu, personel gabungan yang berada di Posko SAR Desa Tulabolo, juga terus mengumpulkan data dan informasi terkait jumlah hingga identitas dari para korban agar lebih memudahkan pihak keluarga yang mencari keberadaan anggota keluarganya.

0 Komentar