JABAR EKSPRES – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada.
‘’Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, aktivitas Gunung Ile Lewotolok hingga 22 Juni 2024 menunjukkan penurunan sehingga tingkat aktivitas diturunkan menjadi Level II,’’ kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok Jeffry Pugel, dikutip dari ANTARA, Senin (24/6).
Jeffry mengatakan selain itu, gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam memang masih terekam, namun tidak signifikan.
Baca Juga:438 Peserta Haji Kloter 2 Asal Garut Kembali ke Tanah Air dalam Keadaan SehatPolisi Ungkap Penyebab Kebakaran Gudang LPG yang Menewaskan 18 Orang di Bali
‘’Secara umum pengamatan periode 1 sampai 22 Juni menunjukan masih tinggi aktivitas erupsi dan hembusan asap tapi ada penurunan dalam seminggu terakhir,’’ ucapnya.
Namun pada Level II atau Waspada ini, masyarakat, pengunjung dan pendaki tetap dihimbau untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam wilayah sektoral selatan, tenggara, dan barat, masing-masing sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Jeffry juga mengingatkan masyarakat akan mancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian selatan, tenggara dan timur dari gunung tersebut.
