Nikmatnya Mi Instant Campur Nasi, Tapi Waspadai Risikonya

Nikmatnya Mi Instant Campur Nasi, Tapi Waspadai Risikonya
Mi instan sering menjadi pilihan makanan praktis di kala lapar. Mencampurnya dengan nasi dapat membantu perut merasa lebih kenyang.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mi instan sering menjadi pilihan makanan praktis di kala lapar. Mencampurnya dengan nasi dapat membantu perut merasa lebih kenyang. Namun, meski terasa enak, ada bahaya mengintai dari kebiasaan makan mi campur nasi.

Kombinasi mi dan nasi bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Mi dianggap sebagai lauk, seperti halnya tahu dan tempe. Padahal, mi sendiri merupakan sumber karbohidrat utama layaknya nasi, yang umumnya terbuat dari tepung gandum atau terigu. Dengan demikian, mencampur mi dengan nasi berarti mengonsumsi ‘combo’ karbohidrat.

Ahli gizi Irtya Qiyamulail menjelaskan bahwa saat mi dan nasi dikonsumsi bersamaan, kandungan gizi yang masuk ke tubuh kebanyakan hanya karbohidrat. “Padahal kebutuhan kita tidak hanya satu zat gizi karbohidrat saja. Kita juga membutuhkan zat gizi lain seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Irtya.

Baca Juga:Insiden Nyaris Tabrakan Pesawat di Bandara Mumbai Menimbulkan Bahaya SeriusRuben Onsu Beberkan Kenapa Memutuskan untuk Gugat Cerai Sarwendah

Tubuh memang membutuhkan karbohidrat, namun jika dikonsumsi dalam jumlah besar, kelebihan karbohidrat akan disimpan dalam tubuh sebagai cadangan energi berupa lemak. “Hal ini nantinya bisa berpengaruh pada peningkatan berat badan,” tambah Irtya.

Satu porsi mi instan rata-rata mengandung 380 kkal dengan 54 gram karbohidrat, tergantung pada merek dan jenis mi. Sementara itu, satu porsi nasi (150 gram) mengandung sekitar 270 kkal dengan 59,7 gram karbohidrat. Ketika dikombinasikan, total asupan mencapai 650 kkal dengan 113,7 gram karbohidrat.

Alih-alih mencampur mi dengan nasi, disarankan untuk menambahkan bahan lain seperti sayuran dan telur. Asupan protein dan serat ini dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Namun, bahaya makan mi campur nasi ini tidak berlaku sama pada semua orang, tergantung pada intensitas konsumsi dan kebutuhan nutrisi masing-masing individu.

“Namun, hal ini [mencampur mi dan nasi] bukan hal yang bijak ketika kita lebih mengutamakan perasaan kenyang,” tutup Irtya.

Untuk informasi lebih lanjut, baca artikel lainnya di Jabarekspres.com

0 Komentar