Biaya Perjalanan Haji di Indonesia Terus Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Ist. Anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep R Jayaprawira. Dok. Tangkapan layar Youtube FMB9.
Ist. Anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep R Jayaprawira. Dok. Tangkapan layar Youtube FMB9.
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Pelaksanaan dan Penyelenggaran bagi masyarakat yang akan melaku Ibadah Haji di Indonesia sering kali mengalami kendala mulai dari kuota jamaah yang terbatas hingga biaya perjalanan yang cukup mahal.

Pemerintah telah resmi menetapkan biaya perjalanan haji yakni sekitar Rp56 juta per orang untuk kategori jemaah reguler. Angka tersebut dinilai telah mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 lalu yang hanya mencapai Rp49 Juta.

Menanggapi hal ini, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengatakan kenaikan biaya haji tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor. Bahkan menurut Anggota Badan Pelaksana BPKH Acep R Jayaprawira, bahwa tahun ini Pemerintah Arab Saudi telah merubah sistem ibdah haji mejadi tourism.

Baca Juga:MERIAH! Suporter Dukung Tim Voli BIN pada Ajang Proliga 2024 BandungPemkot Bandung Pastikan Angka Pemilih Terus Tinggi saat Pilwalkot 2024

“Jadi mereka (Pemerintah Arab Saudi) melihatnya bukan hanya kegiatan keagamaan saja, tetapi juga sebagai tourism. Jadi pemerintah kerajaan yang saat ini, mereka ingin seperti Dubai dan beberapa negara yang lain karena minyak bukan lagi sebuah primadona sehingga mereka mencari sumber-sumber (pemasukan) lain,” ujarnya melalui Diskusi Virtual FMB9, Senin (10/6).

Karena sudah di ubah menjadi sistem tourism, Acep juga menjelaskan dalam pelaksanaan ibadah haji seperti Mina, Musdalifah, dan Arafah, akan dikenakan biaya.

“Sehingga karena tourism jadi mesti bayar seperti kita masuk ke tempat-tempat wisata. Nah disitulah kenaikan terbesar dari biaya perjalanan haji (sekarang), ucapnya

Ditempat yang sama, Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj menambahkan selain menjadi tourism, kenaikan biaya ibadah haji saat ini juga didukung dengan adanya kenaikan biaya dalam penerbangan.

Bahkan kata dia, kenaikan biaya penerbangan ini juga dinilai cukup terasa oleh para jamaah yang akan melangsungkan ibdah haji.

“Setiap tahun itu avtur nya (bahan bakar) itu naik, belum lagi sewa hotel. Tapi pesawat ini menempati porsi yang cukup besar sekitar 50 – 60 persen dari total biaya yang dibutuhkan jamah,” ungkapnya

Maka dengan adanya kondisi seperti ini, Mustolih berharap agar pemerintah bisa segera mencarikan solusi dalan dalam pelaksanaan perjalanan ibadah haji di Indonesia.

Baca Juga:Pegi Jalani Tes Kejiwaan, Diuji Lewat 3 Metode Terapi PsikologMeriahkan Anniversary ke-25 Anime, Brand Ini Hadirkan Koleksi Spesial

“Karena belum lagi katering dan segala macamnya itukan ikut juga naik. Nah makanya saya melihatnya haji ini diwajibkan kepada yang mampu,” pungkasnya.(San).

0 Komentar