Di lokasi yang sama, Prof Lee Pyoung Bok mengatakan bahwa, teknik Spinnal Balloning menjadi alternatif yang efektif untuk penanganan nyeri di area tulang belakang.
Prof Lee Pyoung Bok, kasus tulang belakang di Korsel mayoritas diidap oleh kalangan lanjut usia (Lansia). Beberapa kasus penyakit dapat diatasi tanpa menggunakan tindakan pembedahan, walaupun jika diperlukan pembedahan, akan tetap dilakukan sesuai dengan penilaian medis yang didapatkan.
“Di Korea selatan banyak kaum manula, kasusnya banyak tapi bisa diatasi dengan Spinnal Ballooning dengan melatih otot dan memperbanyak aktivitas,” pungkasnya.
Baca Juga:2 Orang Terluka Akibat Bentrok antar Pelajar di Bogor , Polisi Buru Pelaku!Ombudsman Jabar Soroti Hal Ini Selama PPDB 2024 tahap 1 Berlangsung, Minta Sediakan Juknis
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UPI, Hamidie Ronald Daniel mengatakan bahwa diskusi kali ini akan menjadi acuan bagi kampus UPI dalam pengembangan kurikulum pembelajaran. Apalagi, FK UPI merupakan fakultas yang fokus kepada Sport Medicine.
Baginya, ilmu dan pengetahuan terkait menajemen penanganan nyeri dapat menunjang kepakaran para mahasiswa FK UPI.
“Kami dari FK UPI yang memiliki keunggulan dari segi sport medicine memang mempunyai tugas untuk mengembangkan ilmu ilmu yang baru,” katanya.
“Jadi bisa dijadikan bagaimana nanti mengembangkan kurikulum kita ke depan, memasukkan pain management ini dalam setiap tindakan sehingga dokter lulusan kita mempunyai keunggulan pain management khususnya sport medicine,” tandasnya.
