JABAR EKSPRES – Ahli geologi sekaligus Direktur Eksekutif Patahan Sumatra Institue (PSI) Ade Edward menyarankan tiga langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi ancaman bajir lahar dingin di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar).
‘’Pertama, resettlement pemukiman di Kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Marapi yang dilakukan dengan penataan kawasan nagari berbasis mitigasi bencana,’’ kata ahli geologi sekaligus Direktur Eksekutif Patahan Sumatra Institute Ade Edward di Padang, Senin (3/6).
Terakhir, pihaknya juga menyarankan Pembangunan sabo dam serta infrastruktur pengendalian aliran banjir lahar debris flow harus terencana baik untuk mencegah risiko banjir lahar Gunung Marapi.
Baca Juga:Uang Perjalanan Dinas Pegawai Kementan Dipotong Sebesar 10 hingga 50 Persen untuk SYLRapat Paripurna Istimewa HJB ke-542 Dimeriahkan Penampilan Hanin Dhiya
Daerah sempadan Sungai yang rawan banjir lahar dialihkan menjadi kawasan konservasi yang produktif dengan ditanami jenis vegetasi yang dapat berfungsi sebagai peredam banjir lahar sekaligus mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat setempat (green economic).
