JABAR EKSPRES – Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Irjen Pol. Krishna Murti mengatakan tim Polri turun mengawal proses ekstradisi atau pemulangan buronan nomor satu Thailand Chaowalit Thongduang alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman ke negara asalnya.
Krishna menyebutkan Polri mengerahkan 10 anggota untuk mengawal proses ekstradisi tersebut. Anggota polisi ini berasal dari Bareskrim Polri dan Hubinter.
‘’Dijemput pesawat khusus dari Bangkok,’’ ujar Krishna.
Buronan tersebut melarikan diri dari penjara Thailand pada 22 Oktober 2022 saat izin berobat gigi ke rumah sakit.
Baca Juga:Badan Geologi Catat Aktivitas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih MendominasiAwan Abu Setinggi Lima Kilometer dari Erupsi Gunung Ibu
Polri menerima permintaan red notice Chaowalit dari Royal Thai Police pada 16 Februari 2024, kemudian memburu keberadaanya yang teridentifikasi berada di Sumatera Utara.
Pada saat komunikasi dengan pihak-pihak yang menemaninya menggunakan bantuan aplikasi google translate.
Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Minggu (2/6) mengatakan penangkapan Chawalit merupakan implementasi dari kerja sama Police to Police yang dimiliki oleh Polri dengan kepolisian di beberapa negara kawasan ASEAN, salah satunya adalah Thailand.
