Jelang Pilkada Banjar, PDIP PPP dan PKB Makin Mesra

Para tokoh dan kader tiga Parpol yakni PDI Perjuangan, PPP, dan PKB bercengkrama dalam acara silaturahmi di sebuah kedai kopi di Kecamatan Langensari Kota Banjar, Minggu 2 Juni 2024 malam. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Para tokoh dan kader tiga Parpol yakni PDI Perjuangan, PPP, dan PKB bercengkrama dalam acara silaturahmi di sebuah kedai kopi di Kecamatan Langensari Kota Banjar, Minggu 2 Juni 2024 malam. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hubungan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Banjar, Jawa Barat terlihat semakin dekat.

Kedekatan ini terlihat dari kebersamaan antara Ketua DPC PDIP Kota Banjar, Nana Suryana, dan Ketua DPC PPP Kota Banjar, Mujamil, serta tokoh PKB Supriyana pada salah satu acara silaturahmi di Kecamatan Langensari Kota Banjar, Minggu 2 Juni 2023 malam.

Mereka sebelumnya menghadiri acara peluncuran pemilihan walikota dan wakil walikota Banjar tahun 2024 yang dilaksanakan oleh KPU Kota Banjar di Alun Alun Langensari.

Baca Juga:Kegiatan MWT: Pertagas Komitmen Jaga Keandalan Operasi Pipa Gas Cirebon Semarang Tahap IASN Aktif Calonkan Diri di Pilkada, Sekda KBB Ingatkan Jangan Ada Konflik Kepentingan!

Dari pantauan, terlihat bahwa para petinggi partai politik di Kota Banjar ini ngopi santai bersama beberapa tokoh lainnya. Beberapa pohak menilai kedekatan itu menjadi pertanda koalisi antara PDIP dan PPP dan PKB dalam Pilkada Kota Banjar.

Pertemuan singkat itu terkesan sebagai isyarat kepada masyarakat bahwa tiga partai tersebut akan berkoalisi dalam Pilkada Banjar 2024.

Ketua DPC PPP Kota Banjar, Mujamil, menyatakan bahwa pertemuan singkat tersebut hanya sebatas silaturahmi dan ngopi bersama.

“Hanya ngopi-ngopi saja, tadi Pak Nana Suryana yang mengajak pindah tempat untuk ngopi. Tentang pembahasan mengenai hal itu (koalisi), masih terlalu dini untuk dibicarakan,” ujarnya.

Kedekatan antara tiga partai politik ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk menjalin sebuah koalisi menjelang Pilkada Kota Banjar 2024.

Terlebih lagi, pada pemilihan presiden sebelumnya, PDIP dan PPP telah berkoalisi mendukung pasangan calon Presiden Ganjar Pranowo dan wakilnya Mahfud MD.

Meskipun kedekatan antara PDIP dan PPP terlihat semakin erat, namun perlu diingat bahwa hal ini masih dalam tahap spekulasi.

Baca Juga:Sonny Salimi Muncul dalam Deretan Bakal Calon Wali Kota Bandung Versi Polsight, Pengamat Unpad: Sosok Kuda HitamPP Tapera Timbulkan Polemik, Pakar Ekonomi Unpas Nilai akan Menambah Beban Pekerja dan Pemberi Kerja

Koalisi antara kedua partai politik tersebut masih perlu melalui proses yang panjang dan berbagai pertimbangan yang matang sebelum keputusan akhir dapat diambil.

Masyarakat di Kota Banjar dan sekitarnya diharapkan untuk tetap mengikuti perkembangan politik dengan bijak dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum pasti.

Dalam konteks politik, pembentukan koalisi antara partai politik adalah hal yang lumrah dan merupakan bagian dari dinamika politik yang harus dihadapi dengan bijak.

0 Komentar