JABAR EKSPRES – Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah diperbudak dengan urusan dunia dan mengabaikan bahkan meninggalkan urusan akhirat. Sayangnya cinta dunia ini kadang tidak disadarinya dan tetap saja melakukan tanpa merasa bersalah dan ketakutan.
Padahal kehidupan di dunia ini adalah sesuatu yang sangat sedikit, singkat, sebentar, dan sementara. Karena semuanya akan ditinggalkannya saat sudah dipanggil pulang ke akhirat.
Cinta dunia dengan segala harta kekayaan, kemewahan dan orang-orang yang disayang tidak kan dibawa pulang bersama. Karenanya jangan terlalu mencintai dunia sampai melalaikan akhirat.
Baca Juga:Gadis di Morowali Tikam Ibu Kandung Hingga Tewas, Diduga Depresi Setelah Dicabuli Sang AyahMinyak Ikan Salmon Ternyata Sangat Efektif Obati Penyakit Jantung, Ini Buktinya
Dalam tulisan Ustadz Najmi Umar Bakkar hafidzahullah, menyebutkan bahwa kehidupan yang penuh dengan syahwat & fitnah yang pada akhirnya adalah kefanaan dan kemusnahan.
“Cinta terhadap dunia ini yang menimbulkan banyaknya dosa dan kerusakan. Maka inilah yang menyebabkan terjadinya pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, korupsi, adanya permusuhan, kezhaliman, peperangan dll,” ujarnya.
Ciri-ciri atau tanda seorang manusia yang mencintai dunia adalah manusia sangat berambisi sekali mengejar serta memperebutkan dunia yang sedikit ini dibandingkan akhirat.
Juga manusia yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, bahkan mereka pun rela merusak kehormatan dirinya dan menjual agamanya untuk dunia.
Ciri lainnya adalah, mereka tidak pernah merasa puas sehingga senantiasa merasa hidup dalam kekurangan dan juga ketidakbahagiaan.
Bagaimanapun berlimpahnya harta dan lain-lain yang dimilikinya, maka cukuplah ini sebagai bencana besar yang selalu menyertai kehidupannya…
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
“Dia menjual agamanya untuk mendapatkan keuntungan dunia”
(HR. Muslim no. 118, hadits dari Abu Hurairah)
Baca Juga:Kinerja Solid dan Unggul Sepanjang 2023, PT Indosat Tbk Siap Perkuat Transformasi Menuju AI Native TechCoBolehkan Qurban Atas Nama Orang yang Sudah Meninggal?
Diakhir tulisannya, Ustadz Najmi Umar Bakkar menekankan sebuah pertanyaan, kenapakah demi setetes dunia lalu engkau mengorbankan akhiratmu yang akibatnya mendapatkan siksa Neraka.
