JABAR EKSPRES – Sebuah angkot Trayek 03 F, Pabuaran-Pasundan, mengalami kebakaran di depan stasiun bahan bakar umum (SPBU) 34.43107 yang beralamat di Jalan RH Didi Sukardi, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi pada Rabu, 24 April 2024 sekira pukul 06.50 WIB.
Berdasarkan pantauan Jabar Ekspres di lokasi, terlihat angkot tersebut terbakar di area depan hingga masuk ke area dalam mobil. Selain itu, kaca belakangnya juga pecah.
Mulyana (42), sopir angkot tersebut mengaku, sebelum kejadian kebakaran itu, dia melihat ada asap yang muncul dari dalam dashboard . Kemudian, api seketika membara dan membakar hampir seisi angkot.
Baca Juga:PKS Buka Pintu Koalisi untuk Pilkada Kota Banjar, 2 Tiket Balon Telah DigenggamCalon Perseorangan Bisa Maju di Pilkada Jabar, Minimal Harus 2,4 Juta Dukungan
“Jarak tiga meter lah dari dispenser, dikontakkin ada keluar asap di depan. Saya lihatin, pas begitu dilihat nyamber api di bawah dashboard. Asalnya kecil, saya tepuk-tepuk terus pakai lap. Taunya nyamber, kena jok dan langsung rusak di depan,” ujarnya di lokasi kejadian, Rabu (24/4).
Saat kejadian itu, syukurnya tidak ada penumpang di dalam angkot. Dia mengungkapkan, saat itu dia berencana pulang ke rumah untuk istirahat pasca isi bensin.
“Sudah isi bensin, mau pulang. Enggak ada penumpang saya sendiri (di dalam angkot),” bebernya.
Pasca kejadian kebakaran itu juga, Mulyana mengalami luka bakar di bagian punggung tangan, paha, dan kaki. Namun, dia menolak untuk dibawa ke pusat kesehatan dan memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke rumah.
“(Alami) Luka, tadi saya buru-buru keluar waktu api masih kecil, pas keluar langsung membesar,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah kepada Kabid Damkar dan Penyelamatan pada Dinas Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi, mengatakan bahwa ada 15 personel dan 2 armada kendaraan damkar yang diturunkan untuk membantu mengevakuasi angkot tersebut.
“2 mobil dan 15 personel, (ke sini pendinginan pake mobil damkar),” katanya.
Ujang juga mengapresiasi pihak pom bensin yang dibekali dengan alat pemadam api ringan (Apar) yang cukup memadai.
Baca Juga:60 Ribu Lebih Jamaah Haji Masuk Daftar Tunggu, Ini Penjelasan Kemenag Kota Bandung56 Warga Cianjur Keracunan Masal, Dinkes Jabar Ambil Sampel untuk Uji Lab
“Penanganan alhamdulillah pihak pom dibekali dengan apar yang memadai,” tutupnya. (RAS)
