Efek Psikologis Kesepian: Bagaimana Kesepian Mempengaruhi Kepribadian

JABAR EKSPRES – Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa perasaan kesepian dapat memprediksi perubahan dalam ciri kepribadian kunci dari waktu ke waktu. Selain itu, emosi negatif juga ditemukan dapat memprediksi dan diprediksi oleh kesepian dan neurotisisme, menunjukkan hubungan yang kompleks dan timbal balik pada tingkat individu.

Motivasi di balik penelitian ini berakar pada pergeseran pemahaman kita tentang ciri-ciri kepribadian. Biasanya dilihat sebagai elemen yang statis dari identitas kita, penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa kepribadian kita lebih mudah berubah daripada yang dulu kita kira, mampu berevolusi sebagai respons terhadap pengalaman hidup.

Pemahaman baru ini mendorong para ilmuwan untuk mengeksplorasi bagaimana perubahan dalam kesejahteraan psikologis dan sosial kita mempengaruhi, dan dipengaruhi oleh, perubahan dalam ciri kepribadian. Dalam studi baru ini, Mohsen Joshanloo membangun pada fondasi ini, meneliti bagaimana kesepian berinteraksi dengan kepribadian dari waktu ke waktu.

“Ciri kepribadian secara tradisional dianggap sebagai elemen yang sebagian besar statis dan tidak berubah. Namun, data empiris telah menunjukkan bahwa ciri-ciri ini lebih mudah berubah daripada yang dulu kita kira. Pengalaman hidup kita memang dapat mempengaruhi ciri kepribadian kita,” jelas Joshanloo, seorang profesor asosiasi di Universitas Keimyung dan kepala fellow kehormatan di Centre for Wellbeing Science Universitas Melbourne.

“Perspektif yang diperbarui tentang kepribadian menginspirasi saya untuk menyelidiki bagaimana pengalaman hidup yang signifikan seperti kesepian mungkin terkait dengan perubahan dalam ciri kepribadian dari waktu ke waktu. Saya sangat tertarik untuk menantang gagasan konvensional bahwa kesepian hanya merupakan hasil dari ciri kepribadian, bukan faktor yang dapat mempengaruhinya.”

Memanfaatkan data dari Health and Retirement Study, sebuah proyek jangka panjang yang melacak kehidupan orang dewasa AS di atas 50 tahun, Joshanloo berfokus pada sub-sampel 9.671 peserta yang disurvei pada tahun 2012, 2016, dan 2020. Dataset ini menyediakan informasi tentang kesepian, ciri kepribadian, dan afek negatif. Kesepian diukur menggunakan versi adaptasi dari UCLA Loneliness Scale, kepribadian melalui Midlife Development Inventory dan item tambahan, dan afek negatif melalui Positive and Negative Affect Schedule.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan