JABAR EKSPRES – Penelitian baru menunjukkan bahwa kesepian secara signifikan berkontribusi pada penggunaan smartphone yang adiktif di kalangan remaja, dengan harga diri dan kecenderungan kebosanan bertindak sebagai mediator parsial.
Temuan tersebut, yang dipublikasikan dalam Laporan Psikologis, juga menunjukkan bahwa kebutuhan yang lebih besar untuk merasa memiliki memperkuat hubungan antara kecenderungan kebosanan dan penggunaan smartphone yang adiktif.
Studi ini dipicu oleh kekhawatiran yang semakin meningkat tentang kecanduan digital, masalah yang diakui oleh Asosiasi Psikiatri Amerika dan Organisasi Kesehatan Dunia sebagai masalah kesehatan masyarakat. Dengan Internet menjadi bagian integral dari kehidupan remaja, potensi kecanduan telah melonjak, memicu alarm tentang dampaknya pada perkembangan anak muda.
Baca Juga:Daftar 8 Link Kalkulator Kesehatan Mental Selain Laluibersama.comViral! Link Kalkulator Kesehatan Mental Online Gratis Selain laluibersama.com
Penggunaan smartphone yang adiktif merujuk pada pola perilaku smartphone yang kompulsif, berlebihan, dan sulit dikendalikan, meskipun mengalami konsekuensi negatif terhadap kehidupan sehari-hari, kesehatan, dan kesejahteraan pengguna. Fenomena ini, meskipun belum diakui secara resmi sebagai gangguan dalam banyak buku pedoman diagnostik, memiliki karakteristik dengan kecanduan perilaku lainnya.
Karakteristik penggunaan smartphone yang adiktif meliputi menghabiskan waktu yang berlebihan di smartphone dengan merugikan aktivitas penting, mengalami gejala penarikan ketika tidak dapat menggunakan perangkat, mengembangkan toleransi yang memerlukan peningkatan penggunaan untuk kepuasan, dan ketidakmampuan yang persisten untuk mengurangi penggunaan meskipun menyadari dampak negatifnya.
