Lebaran Tahun Ini Kabupaten Bandung Masih Diguyur Hujan, BMKG Prediksi Kemarau Hadir Pada Juni 2024

JABAR EKSPRES  – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya perlambatan kecepatan angin (konvergensi), yang terpantau memanjang dari Aceh sampai Jawa Barat bagian Selatan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, dinamika cuaca tersebut karena terdapat sirkulasi siklonik di perairan Utara Nusa Tenggara, hingga terjadi pertemuan atau perlambatan.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan, disepanjang daerah konvergensi tersebut,” kata Rahayu kepada Jabar Ekspres, Rabu (3/4).

Diketahui, mengenai daerah pertemuan angin atau disebut juga konfluensi, pihak BMKG mendeteksi dari pantauan terjadi di Samudra Pasifik Utara hingga Laut Jawa.

Karena suhu permukaan air laut (SST) diperairan Jawa Barat hangat, maka signifikan untuk pertumbuhan awan-awan hujan, sebab atmosfer pada kondisi labil.

Menurut Rahayu atau akrab disapa Ayu, berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model, diprakirakan bahwa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur Kabupaten Bandung.

“Selain itu, potensi angin kencang masih terdapat di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Ayu menjelaskan, wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya terdapat beberapa pengaruh cuaca skala lokal, yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif.

“Jadi kelembapan udara pada lapisan 850 mb (milibar) dan 700 mb. Wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya relatif lembap, yaitu 55 sampai 96 persen,” jelasnya.

Angka tersebut, ucap Ayu, labilitas atmosfer pada skala lokal berada pada kategori labil, di wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya.

“Hasil Analisis pada bulan Maret 2024 sejumlah 10 persen wilayah Jawa Barat mengalami curah hujan kategori rendah,” ucapnya.

Ayu menambahkan, sebanyak 70 persen wilayah Jabar mengalami curah hujan kategori menengah dan 20 persen mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi.

Pihaknya memprakirakan, menjelang idul fitri tepatnya pada April 2024 ini, curah hujan pada umumnya berada di kategori rendah (< 100 milimeter/mm), menengah (100-300 mm) hingga tinggi (300-500 mm), dengan sifat hujan dalam kategori normal.

“Saat ini di dasarian I April 2024 untuk wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, masih memasuki musim hujan,” bebernya.

Ayu menerangkan, hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan awan-awan rendah (cumulus) yang dapat tumbuh menjadi awan-awan konvektif (cumulunimbus) signifikan, yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan