Suka Bergosip, Apakah Puasanya Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

JABAR EKSPRES –  Apakah puasanya batal jika seseorang melakukan perbuatan yang tidak terpuji seperti gibah atau bergosip? Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menahan hawa nafsu dan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji.

Dilansir dari laman NU Online, menurut Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris LBM PBNU dalam artikel yang berjudul “Menghasut dan Berdusta saat Puasa”, dia menjelaskan bahwa pada dasarnya, menghindari dusta dan ghibah adalah sangat penting, terutama bagi mereka yang sedang menjalani ibadah puasa, meskipun pada intinya menghindari dua perilaku tercela tersebut adalah kewajiban.

Dia menegaskan bahwa larangan terhadap perilaku tersebut jauh lebih berat daripada sekadar menahan diri dari makan dan minum.

Nafsu untuk berdusta dan menghasut mungkin dilakukan tanpa disadari. Meskipun demikian, semua perilaku buruk tersebut tidak boleh diabaikan saat berpuasa.

Ketentuan ini tetap berlaku di luar bulan puasa.Dia merujuk pada ucapan Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam kitab Busyrol Karim.

BACA JUGA: Menjalankan Puasa Syawal Seusai Ramadhan, Ketahui Beberapa Keutamaannya

Menurutnya, berdusta atau menggosip di bulan Ramadhan harus dihindari, meskipun terkadang terpaksa dilakukan karena ada kepentingan mendesak seperti meredakan konflik antara orang lain atau memberikan informasi terkait kekerasan yang dialami seseorang.

Oleh karena itu, bagi orang yang sedang berpuasa, sebaiknya menghindari dua hal tersebut.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Hadis itu menyatakan bahwa seseorang yang tidak menjauhi perkataan dusta dan terus menerapkannya, maka Allah tidak ada hajat lagi untuk menilai puasanya, meskipun orang tersebut bersusah payah sepanjang hari menjauhi makanan dan minuman

Namun, tambahnya, ada perbedaan dengan dusta dan ghibah yang harus dihindari, seperti berdusta untuk menyelamatkan orang yang tertindas, menyebutkan kesalahan khatib yang nasihatnya lebih tepat diarahkan kepada dirinya sendiri, dan juga disarankan untuk menjaga diri dari setiap perbuatan yang dilarang oleh agama.

BACA JUGA: Ketahui Apa Itu Puasa Qadha, Mulai dari Syarat Hingga Manfaatnya

Menurutnya, Namimah (menghasut), dusta, dan ghibah (membicarakan aib orang lain) pada dasarnya memang harus dihindari di luar konteks puasa.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan