Gepeng dan Gelandangan di Kota Cimahi Didominasi Warga Luar

Para gepeng dan gelandangan yang berhasil diamankan oleh Satpol PP dan Dinsos Kota Cimahi.
Para gepeng dan gelandangan yang berhasil diamankan oleh Satpol PP dan Dinsos Kota Cimahi. (Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketertiban dan kenyamanan masyarakat di Kota Cimahi terganggu akibat maraknya penyebaran gepeng, anak jalanan, pengemis, dan gelandangan lainnya. Hal ini membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi turun tangan.

Bersama dengan Satpol PP, Dinsos Kota Cimahi melakukan razia gepeng dan gelandangan di sekitar kota tentara tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Supijan Malik selaku Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial pada Dinsos Kota Cimahi, gelandangan dan pengemis yang terjaring razia, mayoritas penduduk dari luar kota tersebut, bahkan ada yang dari luar pulau Jawa.

Baca Juga:Pemda KBB akan Segera Relokasi Ratusan Rumah Terdampak LongsorPuluhan Gepeng dan Pengemis Terjaring Razia Satpol PP dan Dinsos Kota Cimahi

“Banyaknya gelandangan dan pengemis yang datang dari luar kota. Dari beberapa mereka bahkan ada yang dari luar pulau,” ungkap Supijan.

Dengan keadaan yang kian mendekati Hari Raya Idul Fitri, mereka semakin banyak masuk ke kota tersebut. Hal ini tentunya semakin membuat kenyamanan di sana menurun.

Maka dari itu, pihaknya melakukan razia agar kenyamanan dan keamanan masyarakat setempat dapat terjaga.

“Cimahi tidak ingin para gelandangan dan pengemis ini mengganggu keindahan tata kota juga membuat kota ini tidak nyaman untuk dikunjungi maupun untuk sekedar disinggahi,” tegasnya.

Dari data yang didapat oleh Dinsos Kota Cimahi, kebanyakan mereka berasal dari luar kota tersebut.

“Dari data yang di kumpulan setelah razia didapati kebanyakan dari Kota Cianjur, Tasik, juga beberapa dari KBB. Dalam razia ini, Dinsos melaporkan terdapat sebanyak 43 ditambah 2 orang jadi totalnya 45 orang,” pungkasnya. (Fizh)

0 Komentar