SMPN 1 dan 2 Banjar Juga Jadi Sasaran Tuduhan Penyelewengan Dana BOS, Begini Kata Pengamat Informasi Publik

JABAR EKSPRES – Tak hanya SMA Negeri 1 Banjar dan SMP Negeri 3 Banjar, serangan tuduhan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga menimpa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Banjar, Jawa Barat.

Tuduhan korupsi dana BOS ke beberapa sekolah itu muncul dari salah satu pihak yang mengklaim sebagai media massa portal daring dan cetak. Sontak kabar itu mengejutkan pihak sekolah, juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Sarjo selaku Kepala UPTD SMP Negeri 2 Banjar menyebut, tuduhan tidak berdasar itu membuat pihaknya terganggu. Lantaran dalam artikel yang dianggap opini itu, sepihak lantaran tidak ada konfirmasi dari sekolah.

“Tuduhan itu sepihak, opini. Itu menyudutkan kami (sekolah). Karena yang dituduhkan dalam artikelnya itu tidak benar, tidak ada penyelewengan dana BOS. Kami rutin diperiksa oleh lembaga pemeriksa, tidak ada temuan. Tapi ini tiba-tiba ada artikel yang memuat jika pihak kami telah mengorupsi dana BOS,” kata Sarjo di ruang kerjanya, Sabtu 23 Maret 2024.

BACA JUGA: SMPN 3 Banjar Juga Diterpa Isu Dugaan Penyelewengan Dana BOS, Kepsek: Tidak Benar!

Pihaknya yang telah mendapat penghargaan Adiwiyata tingkat nasional tahun 2023 itu juga menerangkan, jika ada temuan penyelewengan dari BOS, atau pekerjaan-pekerjaan fiktif, tidak mungkin mendapat penghargaan setingkat nasional itu.

“Karena salah satu penilaian Adiwiyata itu, dari realisasi dana BOS, contoh dari sisi perlengkapan sarpras yang didanai dari BOS, itu kan ketersediaan sarprasnya menjadi penilaian,” ucapnya.

Senada, Aa Hasan Gunara selaku Kepala UPTD SMP Negeri 1 Banjar mengaku sebelum dimuat, tidak ada konfirmasi oleh penulis di artikel yang mengaku dari media massa tersebut.

“Sedikitnya saya juga memahami kode etik jurnalistik, saya juga sering membuat artikel di media cetak. Adanya tuduhan penyelewengan dana BOS ini juga menimpa kami (SMPN 1 Banjar). Saya melihat ini bukan produk jurnalisitik, tapi opini yang dibangun untuk penggiringan isu seolah ada penyelewengan dana BOS di sekolah kami,” kata Aa Hasan Gunara kepada Jabar Ekspres.

Atas hal itu, pihaknya meminta tidak terulang ke sekolah-sekolah yang lain. Lantaran tuduhan tersebut cukup mengganggu kondusifitas di sekolah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan