JABAR EKSPRES – Kejahatan daring menjadi ancaman serius bagi setiap individu yang terhubung dengan dunia digital. Baru-baru ini, cerita viral tentang berbekal nomor hp peretas bobol akun bank.
Pencurian uang melalui nomor telepon yang sudah tidak terpakai dan dijual kembali oleh provider dalam bahasa gaulnya nomor HP dikloning mengguncang masyarakat.
Kisah rekening bank Felicia Regina, seorang korban dari kejahatan ini, menjadi peringatan penting bagi kita semua.
Baca Juga:Pendaftaran Rekrutmen BUMN 2024, Ayo Buruan! Ini SyaratnyaApakah Aplikasi Pointant Ini Benar-benar Membayar atau Hanya Tipuan? Ini Faktanya
Biasanya, Felicia tetap mengisi pulsa untuk menjaga agar nomor tersebut tetap aktif, terutama karena kadang-kadang ia masih menerima OTP dari layanan perbankan. Namun, pada suatu waktu, Felicia lupa untuk memperpanjang masa aktif nomornya, sehingga menjadi masa tenggang.
Tanpa diduga, provider telekomunikasi tersebut menjual nomor telepon Felicia yang tidak aktif kepada pihak lain. Inilah awal dari segala masalah yang kemudian menimpa Felicia.
Pada tanggal 15 Maret, seorang hacker membeli nomor telepon Felicia yang tidak aktif dan mulai melakukan serangkaian kejahatan.
Dengan nomor tersebut, hacker berhasil membobol kartu kredit Felicia dan melakukan transaksi besar-besaran yang merugikan korban secara finansial.
Tidak hanya itu, hacker juga mengakses berbagai akun online milik Felicia, termasuk akun bisnisnya di platform e-commerce. Mereka bahkan menggunakan nomor telepon lama Felicia untuk berkomunikasi dengan klien-klien Felicia, dengan tujuan meminta uang secara tidak sah.
