Tidur Seharian Saat Bulan Ramadan, Apakah Ibadah? Ini Hadisnya!

JABAR EKSPRES – Saat menjalankan ibadah puasa, banyak individu sering merasa lemas. Hal ini kadang-kadang memicu rasa ngantuk yang berujung pada keinginan untuk tidur sepanjang hari. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan agama terhadap tidur sepanjang hari saat berpuasa?

Menurut pandangan umum, meskipun puasa tetap sah bagi seseorang yang tidur sepanjang hari, para ulama cenderung menganggapnya sebagai perbuatan makruh.

Alasannya karena hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan utama dari ibadah puasa itu sendiri, yaitu untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah melalui lebih banyak beribadah selama periode puasa.

BACA JUGA : 7 Hal Ini Bisa Menurunkan Pahala Puasamu, Simak Yuk!

Salah satu hadis yang sering dikutip untuk mendukung pandangan ini adalah sebagai berikut:

“نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ”

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi).

Meskipun demikian, seringkali hadis ini disalahgunakan sebagai alasan untuk tidur sepanjang hari tanpa melakukan aktivitas apapun selama berpuasa.

Namun, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa salah satu adab penting dalam menjalankan puasa adalah untuk tidak tidur terlalu banyak di siang hari. Imam al-Ghazali menyatakan:

“بل من الآداب أن لا يكثر النوم بالنهار حتى يحس بالجوع والعطش ويستشعر ضعف القوي فيصفو عند ذلك قلبه”

“Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih” (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumid Din, juz 1, hal. 246).

Maka, bagaimana dengan pahala bagi orang yang tidur sepanjang hari saat berpuasa Ramadan?

Tidur sepanjang hari bukanlah perbuatan yang secara langsung membatalkan puasa seseorang.

Puasa tetap sah dalam hal ini, namun individu tersebut dapat kehilangan pahala karena tidak mematuhi adab yang dianjurkan dalam menjalankan ibadah puasa.

Namun, sebaiknya diingat bahwa pemberian pahala sebenarnya merupakan hak prerogatif Allah SWT.

Namun, penting untuk memahami bahwa makna dari ungkapan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah adalah bahwa tidur tersebut dapat menjadi sebuah bentuk ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar.

Kitab Ittihaf sadat al-Muttaqien menjelaskan bahwa tidur bisa memiliki nilai positif jika digunakan sebagai persiapan fisik untuk melaksanakan ibadah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan