Tanggapan Driver Ojol di Kota Bandung Soal Kemungkinan Dapat THR Lebaran

Ilustrasi pengendara Ojek Online (Ojol) di kawasan Cibiru, Kota Bandung, Rabu(20/3). (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Ilustrasi pengendara Ojek Online (Ojol) di kawasan Cibiru, Kota Bandung, Rabu(20/3). (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Ada imbauan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyoal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi driver atau pengemudi ojek online (ojol), membuat mereka berharap hal ini diamini perusahaan aplikator transportasi online.

Seorang pengendara ojek online, Abdul Rahman menyebutkan, tentu dirinya amat senang apabila THR yang dijanjikan tersebut bisa dipenuhi perusahaan. Pasalnya angsuran semacam itu belum pernah dirasakan dirinya selama bertahun-tahun jadi driver.

“Selama lima tahun tidak ada. Jadi biasanya bukan THR, tapi lebih ke kompetisi antar driver. Beradu poin dari jumlah penumpang,” kata Abdul kepada Jabar Ekspres, Jumat (22/3).

Baca Juga:RKPD 2025, Pemkot Bogor Prioritaskan Empat Usulan dari MasyarakatNurunnisa Setiawan Lolos DPRD Kabupaten Bogor: Bangkitkan Potensi Kaum Muda

Pada masa lebaran, katanya, momentum kompetisi tersebut bakal diadakan pihak perusahaan. Namun ini hanya berupa penambahan bonus apabila melampaui target dari biasanya.

“Seperti pada lebaran, kami narik lalu ada penambahan bonus. Ada target. Kompetesi antar driver itu biasanya menjelang lebaran hari H- dan H+,” sambung pengemudi asal Ciwastra itu.

“Jadi senang kalau ada THR, apalagi udah lima tahun bermitra tanpa ada masalah. Tapi kembali lagi, kami ini kan mitra. Tidak terlalu berharap, cuman kalau diberi, alhamdulillah,” tandasnya.

Bersamaan, pengendara ojol lainnya, Putra mengakui bahwa perasaan berharap tentu saja ada. Namun dirinya justru lebih menyorot persoalan insentif selama bulan Ramadan 1445 Hijriah ini. Menurutnya, hal ini perlu kembali dipermudah.

“Saya ya mendukung Menaker dan senang kalau memang ada keputusan bahwa ojol dapat thr. pasti sangat bersyukur. kalau tidak pun tidak apa-apa,” ungkapnya.

Apabila diberi pilihan untuk menyesuaikan THR yang diterima, Putra menilai bahwa dengan rata-rata pendapatan yang bisa dikantonginya, Rp3 juta. Setengah pendapatan ini untuk besaran THR dinilai sudah lebih dari cukup.

“Itu mungkin yang idealnya, separuhnya, Rp1 juta setengah sudah cukup. Tapi berapapun itu, syukur kami terima,” pungkasnya.

0 Komentar