JABAR EKSPRES – Sebuah pesan viral di media sosial membicarakan update terbaru aplikasi Smart Wallet Indonesia yang sedang mencuri perhatian publik disebut akan terdaftar di London Stock Exchange atau Bursa Efek London.
Namun, klaim ini disambut dengan berbagai tanggapan karena belum ada bukti nyata yang mendukungnya.
Lalu apa itu London Stock Exchange? Berikut penjelasannya di bawah ini dan tanggapan pakar yang dapat Anda ketahui.
Baca Juga:Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Tasikmalaya 2024, Ini Syaratnya!Resep Tahu Huha Viral, Cukup 6 Bahan Simpel Ini, Isian Ayam Mercon Pedas Bikin Nagih!
Apa Itu London Stock Exchange?
London Stock Exchange (LSE) terletak di pusat kota London, Inggris, dan merupakan salah satu bursa saham tertua dan terbesar di dunia.
LSE menyediakan fasilitas untuk perdagangan saham dan sekuritas lainnya. Sehingga menjadi tempat di mana perusahaan dapat memperoleh modal dari investor publik dan di mana investor dapat membeli dan menjual saham perusahaan, baik domestik maupun internasional.
Menurut informasi yang dilansir dari situs web LSE, mereka menawarkan pelanggan akses yang luas ke pasar modal dan likuiditas di berbagai kelas aset.
LSE mengoperasikan berbagai instrumen keuangan, termasuk ekuitas internasional, pendapatan tetap, dana yang diperdagangkan di bursa, produk yang diperdagangkan di bursa, dan pasar valuta asing.
London Stock Exchange juga menjadi tempat bagi beberapa platform perdagangan dan pembentukan modal, termasuk Bursa Efek London, AIM, dan Turquoise.
Benarkah Smart Wallet akan terdaftar di Bursa Efek London tersebut? Berikut penjelasan pakar kartu kredit, Roy Shakti dikutip dari kanal YouTubenya, (5/3/2024).
Roy Shakti, seorang pakar kartu kredit, memberikan tanggapannya terhadap isu Smart Wallet yang dikabarkan akan terdaftar di Bursa Efek London.
Baca Juga:Aplikasi Smart Wallet Diprediksi Tak Bisa WD hingga 20 Maret? Pakar Ungkap Kejanggalan IniGift Code Hari Ini 15 Maret 2024 Ojol The Game, Ada Kode Redeem Terbaru?
Menurutnya, isu tersebut kurang terbukti kebenarannya. Bahkan sebelumnya, Roy Shakti mengungkapkan bahwa tidak ada kripto yang terlibat dalam aplikasi Smart Wallet, begitupun kerjasama dengan DBS Kartu Kredit. Informasi ini juga telah disanggah langsung oleh DBS.
