Larangan Bermain Nick Kuipers Datang Beberapa Jam Sebelum Duel Persib vs PSIS, Bojan Hodak Samakan Komdis PSSI dengan PlayStation

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak/Foto: Dok Persib/
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak/Foto: Dok Persib/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kejadian tak biasa terjadi laga Persib Bandung vs PSIS Semarang yang berlangsung di Stadion Si Jalak harupat (SJH), Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (27/2).

Beberapa jam sebelum kick-off, datang surat dari Komdis PSSI yang melarang Nick Kuipers untuk bermain di laga kontra Laskar Mahesa Jenar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Komdis PSSI menganulir hukuman kartu merah bek Pangeran Biru Alberto Rodriguez pada laga kontra Barito Putera.

Baca Juga:Polisi Kantongi Identitas Mayat Wanita yang Terikat TaliPengamat Sebut Pemerintah Tak Mampu Kendalikan Harga Beras

Sebagai gantinya, Komdis PSSI mengalihkan hukuman terhadap Nick Kuipers, padahal sang pemain sudah dipersiapkan untuk pertandingan melawan PSIS Semarang.

Kejadian itu pun membuat gusar pelatih Persib Bojan Hodak. Dia mengaku bahwa situasi tersebut baru pertama kali dialaminya selama bergelut di dunia sepakbola.

“Saya mau mengatakan bahwa ada hal sangat lucu terjadi. Dalam 30 tahun karir saya di sepakbola profesional, saya belum pernah merasakan situasi seperti ini. Keputusan (Komdis) itu di hari pertandingan beberapa jam sebelum kick-off,” kata Bojan dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Bojan menuturkan bahwa seharusnya keputusan Komdis PSSI itu muncul sehari setelah pertandingan kontra Barito Putera.

Dia menilai keputusan konyol yang dibuat Komdis PSSI itu tak bisa dibiarkan begitu saja.

Apalagi pertandingan sepakbola di dunia nyata bukan seperti permainan PlayStation yang dengan mudah mengeluarkan pemain begitu saja.

“Komdis federasi mengirimkan surat bahwa ada satu pemain bisa bermain dan ada pemain lainnya tidak bisa bermain. Dalam beberapa hari terakhir, kami berlatih bersama Nick dan tiba-tiba Nick tidak bisa bermain dan Alberto bisa. Ini hal yang lucu dan tidak profesional,” tegas Bojan.

Baca Juga:Stok Beras di Cimahi Aman Meski Harga Mengalami KenaikanImbas Lonjakan Kasus DBD di Kota Bogor, Komisi IV Minta Puskesmas Jemput Bola hingga Soroti Soal Anggaran

“Jadi ini tentunya hal yang perlu diubah karena mungkin orang-orang tidak mengerti apa yang berpengaruh dari keputusan ini. Kami berlatih untuk pertandingan dan ini bukan PlayStation yang bisa dengan mudah mengeluarkan pemain dan memasukan pemain lainnya, ini tidak bisa terjadi di kehidupan nyata,” pungkasnya.

0 Komentar