Pilwalkot Banjar Harus Jadi Kontestasi Gagasan dan Rekam Jejak Calon, Bukan Kontestasi Material

Pemerhati Politik dan Pemerintahan Kota Banjar, Firman Nugraha.
Pemerhati Politik dan Pemerintahan Kota Banjar, Firman Nugraha. (Foto: Istimewa)
0 Komentar

Dalam situasi tersebut, relasi mandat antara wakil dan konstituennya menjadi nisbi. Artinya, para wakil itu bisa saja mengklaim keterpilihannya bukan lagi urusan mandat, tapi soal bisnis jabatan.

“Realitas tersebut menjadi kegelisahan dan kritik bersama. Ini menjad lanskap yang buruk untuk masa depan pemerintahan di Kota Banjar kedepan. Sebentar lagi kita dihadapkan pada Pilwalkot, kita tidak ingin praktik brutal di pileg kemarin menjadi praktik kotor yang masih dijalankan di pilkada nanti,” jelasnya

Maka dari itu, dia mendorong agar para kandidat yang berniat maju di pilkada Banjar 2024 ini harus mulai mengutarakan narasi dan gagasan. Penuhi ruang publik dengan ide dan strategi arah pembangunan Kota Banjar kedepan.

Baca Juga:Warga Kota Banjar Serbu Beras Bulog Rp10.800 per KilogramRapat Pleno Pemilu 2024 di Ciawi Bogor Ricuh hingga Nyaris Adu Jotos, Rapat Lanjutan di Hari Ini

“Mari kita kembalikan marwah kepemimpinan daerah dengan narasi-narasi besar. Kita geser fokus politik lokal kita dari soal transaksi dan kontestasi material kepada kontestasi pemikiran dan rekam jejak,” pungkasnya. (CEP)

0 Komentar